Matatelinga - Jakarta, Siapa bilang pulau-pulau yang mungkin tidak tertera di peta tidak dapat menjadi destinasi wisata yang layak dikunjungi? Pulau terpencil nan eksotis dan jauh dari hiruk-pikuk kehidupan kota dapat menjadi tempat liburan dan relaksasi yang sempurna, salah satunya Pulau Poya Lisa.Hamparan laut luas berwarna biru turquoise dan sebening kristal sungguh sebuah pemandangan luar biasa cantik yang akan membuat Anda terkagum-kagum. Terumbu karang yang cantik dan alami di sekitar lepas pantai pulau ini juga pantas dijelajahi dengan snorkeling.Pulau ini dimiliki dan dikelola Ismail, seorang mantri kesehatan di Bomba. Poya adalah nama orang yang pertama kali menanam pohon kelapa di pulau ini, sekaligus menjadikannya sebagai pemilik pulau. Sementara, nama Lisa ditambahkan dari nama seorang perempuan berkebangsaan Jerman yang pernah datang sendirian dan menghabiskan waktunya selama sebulan di pulau ini. Ia meminta Ismail mengabadikan namanya di pulau ini, maka jadilah surga kecil nan terpencil ini bernama Poya Lisa.Pulau ini termasuk dalam kawasan Taman Nasional Kepulauan Togean di Sulawesi Tengah yang dapat di tempuh sekira 30 menit menggunakan speedboat dari Kota Ampana (Ibu Kota Kabupaten Tojo Una Una, Sulawesi Tengah). Selain speedboat, Anda dapat juga menggunakan kapal kecil dengan lama waktu perjalanan Ampana-Bomba sekira 2 jam. Tarif sewa speedboat seharga Rp1 juta untuk sekali jalan. Sementara, tarif kapal kecil sekira Rp20 ribu per orang dengan jadwal operasi dua hari sekali.Walaupun termasuk pulau terpencil, jangan takut tidak ada penginapan. Pulau Poya Lisa menyediakan empat buah cottage dengan tarif Rp150 ribu per malam, sudah termasuk makan tiga kali sehari. Untuk kebutuhan perahu sewaan, pihak pengelola penginapan akan menyediakannya. Apabila jarak tempuh terbilang dekat, kemungkinan perahu tersebut dapat digunakan secara gratis.Tidak hanya bisa menikmati keindahan Pulau Poya Lisa, Anda juga bisa memancing dan berkeliling pulau lainnya. Sebut saja Pulau Kadidiri, Pulau Una Una, Kundurang, dan Pulau Siatu yang terkenal dengan pemukiman suku Bajo, seperti dilansir dari laman Indonesia.Travel.Percayalah, bahkan dari kejauhan, sebelum menginjakkan kaki di pulau ini, Anda kemungkinan besar sudah jatuh cinta pada segala daya tariknya. Keramahan penduduk lokal di pulau tak berpenghuni ini akan pula menjadi kenangan yang menghangatkan hati. Makanan khas laut yang disajikan oleh pengelola cottage pun sudah menjadi buah bibir di kalangan wisatawan karena rasanya sungguh memanjakan lidah.(KNIA/Okz)