MATATELINGA. Asam lambung sering sekali terjadi dialami banyak orang, pasalnya, tingkat stres yang tinggi meningkatkan produksi asam lambung. Stres memang bisa memicu gastroesophageal reflux disease (GERD) atau biasa dikenal dengan penyakit asam lambung.Seseorang dengan asam lambung pada malam hari mungkin memiliki gejala yang lebih akut daripada orang yang mengalaminya pada siang hari. Sebab, kombinasi gangguan tidur dan gejala yang lebih parah ini dapat memperburuk kualitas hidup orang dengan penyakit tersebut. Seperti di rangkum oleh okezone, Senin (04/10/2021),Penyebab utama terjadinya asam lambung yakni ketika isi lambung naik ke kerongkongan. Kondisi ini bisa terjadi karena melemahnya esophageal sphincter. Sphincter adalah otot yang berfungsi sebagai katup. Otot ini rileks untuk memungkinkan makanan yang tertelan masuk ke dalam perut. Otot ini kemudian menutup untuk menjaga makanan bergerak ke arah yang berlawanan.
Baca Juga:Bisa Dicoba Nih! ini Cara Mengatasi Stres di Tengah PandemiBukan hanya mengganggu aktivitas, tapi GERD juga bisa membuat kita kesulitan untuk tidur. The International Foundation for Gastrointestinal Disorders (IFFGD) mencatat bahwa sebanyak sebanyak 75 persen masyarakat yang mengalami kondisi tersebut mengatakan kondisi tersebut berpengaruh pada waktu tidur mereka.Selain itu, 40 persen individu mengklaim bahwa asam lambung membuat mereka menjadi kurang tidur sehingga memengaruhi kemampuan mereka saat bangun dan beraktivitas. Tentunya kondisi ini menjadi dilema di sebab asam lambung memengaruhi tidur, sementara kurang tidur juga berdampak pada asam lambung. Kurang tidur juga dapat menyebabkan peningkatan kepekaan terhadap asam pada kerongkongan.Berbagai faktor dapat membuat esophageal sphincter melemah atau menyebabkan rileks pada saat seharusnya tetap tertutup. Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease (NIDDK) berikut beberapa faktor yang bisa menyebabkan sphcinter melemah, sebagaimana dilansir oleh okezone:[br]1. Hernia hiatal2. Merokok3. Kegemukan4. Kehamilan5. Beberapa jenis obat seperti obat antiinflamasi, nonsteroid, dan obat tertentu yang digunakan dokter untuk mengobati depresi. (Mtc)