MATATELINGA. Lantaran adanya pandemi global Covid-19 membuat kaum Muslim di Indonesia gagal melakukan ibadah umrah dan haji di tahun 2020-2021. Namun, kabar gembira itu akhirnya datang, sebentar lagi calon jamaah Indonesia dapat kembali menunaikan ibadah umrah. Hal ini tentu menjadi kabar gembira bagi kaum Muslim di Indonesia yang sudah rindu Tanah Suci.“Fokus utama Kementerian Kesehatan tetap penaggulangan Covid-19, dan secara simultan kita melakukan upaya untuk persiapan haji dan umrah,” kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Budi Sylvana saat dihubungi seperti dikutp okezone, Minggu (10/10/2021).Demi mewujudkan hal tersebut, Kementerian Kesehatan RI membeberkan segala persiapannya sebelum memberangkatkan jamaah Indonesia ke Tanah Suci.
Baca Juga:Ingin Tingkatkan Daya Tahan Tubuh, Berikut Tiga Jenis Vitamin yang Didapat dari MakananDia mengatakan, dengan perkembangan penaggulangan Covid-19 di Indonesia yang cukup baik, maka itu menjadi kunci utama agar Pemerintah Arab Saudi dapat menerima kembali jamaah haji dan umrah dari Indonesia.Sedikitnya, ada enam persiapan yang saat ini tengah dilakukan Kementerian Kesehatan. Pertama, yaitu menjaga agar kondisi Covid-19 di Indonesia terus terkendali, karena mengingat sampai saat ini dunia masih dalam kondisi pandemi.“Kedua, akselerasi vakasinasi, termasuk di dalamnya bagi jamaah. Kemudian, penyiapan sertifikat vaksinasi, karena vaksinasi dan sertifikatnya merupkan syarat utama bisa masuk ke Saudi,” ujarnya.Selain itu, Kemenkes juga menyiapkan skenario karantina bagi jamaah, termasuk kemungkinan opsi satu pintu untuk tahap awal pemberangakatan dan pembelajaran umrah di saat pandemi. Lebih lanjut, yaitu kewajiban menjalani test PCR bagi calon jamaah Indonesia, baik sebelum keberangkatn maupun pasca kembali ke Tanah Air.[br]“Dan tentunya protokol kesehatan yang ketat bagi jamaah,” kata dia.Tak sampai di situ, saat ini pihaknya juga tengah mempersiapkan kemungkinan adanya penggunaan bersama aplikasi PeduliLindungi dengan aplikasi sejenis milik Arab Saudi yakni Tawakkalna.“Vaksinasi dan faktor kesehatan adalah hal prinsip, karena ini regulasi Saudi. Semua jamaah wajib sudah dilakukan vaksinasi dan dalam kondisi sehat saat dilakukan pemeriksaan sebelum pemberangkatan,” kata Budi Sylvana. (Mtc)