MATATELINGA - Terhindar dari penyakit mematikan memang impian bagi setiap manusia. Lantas dengan pola hidup yang sehat juga lah agar kesehatan itu tetap terjaga. Nah, Kanker masih menjadi penyakit yang menakutkan. Termasuk di antaranya adalah kanker serviks atau kanker leher rahim.Kanker serviks merupakan satu-satunya jenis kanker yang bisa dicegah dengan pemberian vaksin Human Papillomavirus Vaccine (HPV). Tapi sayangnya, masyarakat awam masih belum banyak yang familiar dengan penyakit kanker serviks. Seoerti dikutip dari Okezone, Sabtu(05/02/2022).Maka dari itu, agar lebih memahami tentang kanker serviks. Berikut paparan singkat fakta-fakta seputar kanker serviks di Indonesia, seperti yang dijelaskan Menkes Budi Gunadi, Prof. Dr. dr. Andrijono, Sp.OG(K)-Onk dan Dr. dr. Brahmana Askandar, Sp.OG(K)-Onk dalam webinar Hari Kanker Sedunia, Jum'at (04/02/2022).
Baca Juga:Ramalan Zodiak : Cancer Fokus Menciptakan Suasana Menyenangkan, Gemini Rasional dalam Bertindak1. Vaksin HPV untuk pasien IMS: Prof. Dr. dr. Andrijono, Sp.OG(K)-Onk, menyebutkan, pemberian vaksinasi pada kelompok orang dengan IMS tidak menjadi masalah. “Justru paling bagus untuk mereka yang punya penyakit infeksi menular seksua (IMS),” ujarnya. Dengan catatan, orang yang sudah menikah sebelum divaksin HPV harus diskrining terlebih dahulu. Baik dengan metode IVA, pap smear, atau tes DNA HPV.2. Vaksinasi HPV untuk anak SD: Meningkatkan cakupan imunisasi melalui program Imunisasi dasar lengkap (IDL) lewat Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Saat ini pemerintah menjalankan program pemberian vaksinasi HPV menyasar siswi sekolah dasar di kelas 5 dan 6. "Pelaksanaan pemberian vaksin HPV pada siswa kelas 5 dan 6 SD akan dilakukan pada Agustus dan November 2022," kata Koordinator Substansi Imunisasi Kemenkes, dr Iqbal Djakaria, mewakili Maxi Rein Rondonuwu, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI. Vaksinasi HPV pada siswa kelas 5 SD diberikan dosis pertama, sementara itu kelas 6 SD pemberian vaksin HPV dosis kedua.3. Mendominasi: Menkes Budi menyebutkan kanker leher rahim adalah penyebab kematian tertinggi kedua pada perempuan di Indonesia. Saat ini, jumlah kasusnya sebanyak 36.633 atau menyita 9,2 persen dari total kasus kanker di Indonesia.[br]4. Membunuh 57 perempuan: Menurut data GLOBOCAN 2020, kanker serviks membunuh 57 orang perempuan Indonesia setiap harinya.5. Puluhan ribu nyawa per tahun: Membunuh 57 orang perempuan setiap harinya, Dr. dr. Brahmana Askandar, Sp.OG(K)-Onk mengungkapkan artinya setiap tahun ada lebih dari 21.000 keluarga di Indonesia yang ditinggalkan oleh ibu, anak perempuan atau istri karena kanker serviks.