MATATELINGA, Jakara: Juliana, seorang pengacara korporasi Indonesia-Tiongkok yang saat itu bermarkas di London, sudah dua kali bertemu dan menyelam bersama Suka. Kemudian COVID-19 melanda dan menghentikan semua perjalanan, namun mereka tetap berteman di Instagram.Sedangkan Juliana yang besar di Jakarta pindah ke Singapura dan bekerja di firma hukum internasional. Ketika perjalanan akhirnya dilanjutkan, Juliana DM-ed Suka dan dia bergabung dengannya dalam perjalanan menyelam balas dendamnya di Bali tahun lalu. Mereka nongkrong di bawah air lagi " dan jatuh cinta di dapurnya.Katanya, jalan menuju hati seorang pria adalah melalui perutnya. Hal ini juga berlaku bagi wanita, terutama ketika juru masaknya datang dalam bentuk penyelam perunggu yang membuat sambal dan ikan bakar yang nikmat.BACA JUGA:
Aksi Teaterikal di Halaman Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri JakartaKetika pemandu selam Bali I Wayan Suka, 30, pertama kali bertemu dengan pengacara sekaligus penyelam Juliana Widjaja, 42, di sebuah resor menyelam pada tahun 2019, dia tidak menyangka suatu hari nanti, dia akan menikahinya, apalagi pindah ke Singapura.Untuk memulai sebuah kedai makan bernama The Warung yang menjual makanan rumahan Bali di Lau Pa Sat. Restoran ini dibuka pada akhir Juni tahun ini.[br]Menyyelam dan Memasak Dengan DiaApakah masakannya yang membuatnya tertarik? “Itu adalah segalanya. Sebenarnya cukup romantis, ”kata Juliana yang muda dan berkulit sawo matang sambil melamun.Saat pertama kali Suka mengundangnya ke rumah untuk makan malam, ia merancang panggangan darurat di halaman rumah tradisional Bali milik keluarganya, menggunakan batu bata dan bambu. Di sana, ia memanggang ikan tuna kecil untuknya yang mereka bagi dengan nasi dan sambal matah yang memabukkan, sambal khas Bali yang terbuat dari bawang merah, cili padi, minyak kelapa, dan jeruk nipis.Dia terpesona. Dan Suka dan keluarganya terus mengundangnya kembali dan memberinya makan.