Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
CDC Memperingatkan Dokter Mewaspadai Infeksi Bakteri Serius dan Langka

CDC Memperingatkan Dokter Mewaspadai Infeksi Bakteri Serius dan Langka

Admin - Sabtu, 30 Maret 2024 05:41 WIB
pixabay
MATATELINGA, Amerika: Para pejabat kesehatan memperingatkan para dokter untuk mewaspadai beberapa jenis infeksi meningokokus serius dan langka yang sedang meningkat di Amerika Serikat.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS mengatakan dalam peringatan kesehatan baru bahwa infeksi ini, yang disebabkan oleh strain tertentu bakteri Neisseria meningitidis, mungkin menimbulkan gejala yang tidak biasa.

Dalam kasus-kasus yang teridentifikasi sepanjang tahun ini, sekitar 1 dari 6 orang telah meninggal, tingkat kematian yang lebih tinggi dibandingkan dengan infeksi meningokokus.

Kasus-kasus ini juga tidak biasa karena menyerang orang dewasa paruh baya. Biasanya, infeksi meningitis menyerang bayi atau remaja dan dewasa muda.

BACA JUGA:Pemuda Panah Remaja di Medan Ditangkap Polsek Medan Baru

Peringatan CDC muncul setelah Departemen Kesehatan Virginia memperingatkan tentang lima kematian akibat penyakit meningokokus yang langka dan serius pada bulan September.

Penyakit meningokokus mengacu pada penyakit apa pun yang disebabkan oleh Neisseria meningitidis. Infeksi ini dapat menyebabkan meningitis dan infeksi serius pada aliran darah yang disebut septikemia, atau keracunan darah.

BACA JUGA:Tim Dokkes Polres Simalungun Gelar Kunjungan dan Pengecekan Kesehatan Aiptu H.R. Sianipar Pasca Kecelakaan Lalu Lintas

Bakteri ini dapat menyebar dari orang ke orang melalui pertukaran sekret pernafasan dan tenggorokan, dan biasanya terjadi melalui ciuman, batuk, bersin atau kontak dekat dengan orang lain yang terinfeksi.

Ada empat kelompok bakteri meningokokus berbeda yang diketahui beredar di Amerika Serikat â€" B, C, W, dan Y. CDC mengatakan bahwa pada tahun 2023, terdapat 422 kasus penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini yang dilaporkan di Amerika Serikat, jumlah tertinggi dilaporkan sejak tahun 2014. Sebagian besar disebabkan oleh strain tertentu, ST-1466, yang termasuk dalam subkelompok Y.

[br]

Sejauh ini, tahun 2024 berada pada jalur yang tepat untuk mencapai angka tersebut. Hingga saat ini, 143 kasus telah dilaporkan di Amerika Serikat â€" hampir 80% lebih banyak dibandingkan yang dilaporkan pada periode yang sama pada tahun 2023.

CDC mengatakan kebanyakan orang yang didiagnosis dengan jenis virus ini adalah orang dewasa berusia 30 hingga 60 tahun. Jumlah kasus yang tidak proporsional, 63%, terjadi pada orang kulit hitam dan 15% terjadi pada orang yang mengidap HIV.

Gejala khas infeksi meningitis meliputi demam, sakit kepala, leher kaku, tidak menyukai cahaya, dan mual. Banyak dari kasus yang dilaporkan baru-baru ini tidak menunjukkan gejala-gejala ini. Sekitar dua pertiga pasien mengalami infeksi aliran darah, dan sekitar 4% mengalami nyeri sendi dan infeksi.

Gejala infeksi aliran darah meningokokus meliputi demam dan menggigil, kelelahan, muntah, tangan dan kaki dingin, pernapasan cepat, diare, dan pada tahap selanjutnya, ruam berwarna ungu tua.

Gejala awal bisa terlihat seperti infeksi yang berbeda, namun memburuk dengan cepat dan mungkin mengancam jiwa dalam beberapa jam, kata CDC. Perawatan segera dengan antibiotik sangat penting. Korban yang selamat mungkin mengalami efek jangka panjang seperti ketulian atau amputasi pada lengan dan kaki.

Ada vaksin yang melindungi terhadap meningitis bakterial. Vaksin ini direkomendasikan untuk anak-anak berusia 11 hingga 12 tahun, dan karena perlindungannya berkurang, booster biasanya diberikan pada usia 16 tahun. Vaksin ini juga direkomendasikan untuk orang dengan kondisi medis tertentu yang mengganggu fungsi kekebalan tubuh, seperti HIV. CDC mengatakan orang-orang dalam kelompok rentan harus mendapatkan booster vaksin ini setiap 3 hingga 5 tahun.

Editor
:
Sumber
: CNN

Tag:

Berita Terkait

Lifestyle

Lima Buah Segar di Konsumsi di Pagi Hari

Lifestyle

Peserta Uji Ahli K3 Umum Ungkap Pentingnya Kompetensi K3 di Dunia Industri

Lifestyle

Kolaborasi USM Indonesia dengan Dinas Kesehatan Gelar CKG, Targetkan 2000 Warga Ikuti Tes Kesehatan

Lifestyle

UPT Puskesmas Medan Labuhan Luncurkan "Sipungkas", Jemput Bola Pastikan Warga Sehat

Lifestyle

Kolaborasi Korpri dan Biofarma, ASN Sumut Antusias Ikuti Vaksinasi HPV

Lifestyle

Bobby Nasution Ingatkan BPJS Kesehatan Tetap Utamakan Kualitas Layanan