MATATELINGA, Toba : Bencana banjir bandang yang terjadi pada bulan Desember 2023 di Desa Simangulampe telah menimbulkan korban jiwa, dimana 14 rumah warga hilang tersapu banjir dan 21 rumah lainnya rusak berat. Hal ini mengakibatkan trauma bagi masyarakat setempat.BACAJUGA
https://www.matatelinga.com/Bola/juventus-tampil-memukau--hingga-boyong-tiga-poin-dari-markas-hellas-veronaSampai saat ini, masyarakat masih merasakan kecemasan dan ketakutan bila mengingat bencana banjir bandang yang menimpa desa mereka. Untuk mewujudkan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) USU telah menetapkan Desa Simangulampe sebagai Desa Binaan dalam kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) ditahun 2024.Kegiatan yang dilakukan adalah membantu masyarakat untuk mengatasi masalah yang terkait dengan aspek sosial melalui kegiatan pelatihan tanggap bencana dan deteksi dini kesehatan jiwa, pasca bencana hidrometeorologi di Desa Simangulampe.[br]"Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 6-7 Juli 2024 bertempat di Desa Simangulampe, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbahas.Kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim PPM USU yaitu Dr. Oding Affandi (Ketua PPM Desa Binaan), Jenny Marlindawani Purba, S.Kp, MNS, Ph.D (Kordinator Bidang Sosial), Dr. Wardiyah Daulay, Mahnum Lailan Nasution, M.Kep., dan Risanti Febrine Rospita Situmorang, M.Sc, beserta mahasiswa dari Fakultas keperawatan USU," terang Dr. Oding Affandi ketua PPM Desa Binaan.Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Desa Simangulampe Lambok Simanullang beserta jajaran perangkat desa. Hadir pula tokoh masyarakat, kelompok ibu rumah tangga serta anggota masyarakat yang bersedia dan komitmen menjadi relawan tanggap bencana.Dalam keterangannya Selasa, (27/8/2024), Dr. Oding Affandi dalam kegiatan tersebut menjelaskan bahwa, USU melalui LPPM mengembangkan suatu program PPM Desa Binaan sebagai implementasi dari salah satu kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk membantu masyarakat mengatasi dampak psikososial yang dirasakan oleh masyarakat pasca bencana. Lebih lanjut, Ketua PPM menyatakan bahwa kegiatan mitigasi dan bencana ini dilakukan secara komprehensif yang meliputi aspek ekonomi, sosial dan lingkungan serta melibatkan kerjasama lintas program dan lintas sektoral.