MATATELINGA, Tanjungbalai: Badan Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) melalui Kantor Pos Pelayanan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Kota Tanjungbalai kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan keluarga. Kali ini, sebanyak 20 orang purna PMI dan anggota keluarganya mengikuti pelatihan kewirausahaan dengan fokus pada keterampilan menjahit pakaian tradisional Teluk Belango. Selasa, (10/9)BACAJUGA
https://www.matatelinga.com/Berita-Sumut/fpks---pengusaha-harus-akomodir-penerimaan-tenaga-kerja-disekitar-lokasi-perusahaanPelatihan berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 10 hingga 13 September 2024, bertempat di Resto Bahagia, Jalan Alteri Kota Tanjungbalai. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali purna PMI dan keluarga dengan keterampilan baru yang dapat dimanfaatkan untuk memulai usaha mandiri."Kami berharap melalui pelatihan ini, purna PMI dan keluarga dapat memiliki keterampilan yang dapat menghasilkan pendapatan tambahan, bahkan menjadi sumber penghasilan utama," ujar Guntur Tulus Simanjuntak, Koordinator P4MI Kota Tanjungbalai[br]Selain pelatihan menjahit, peserta juga mendapatkan sosialisasi dari berbagai pihak terkait, seperti Kawan PMI, Dinas Tenaga Kerja Kota Tanjungbalai, Perbankan, Dinas Koperasi dan UKM, serta Perkumpulan Wirausahawan Pekerja Migran Indonesia (Perwira). Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan informasi yang lebih lengkap mengenai peluang usaha, permodalan, serta berbagai aspek lain yang perlu diperhatikan dalam memulai bisnis."Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan purna PMI dan keluarga dapat lebih mandiri secara ekonomi dan berkontribusi dalam pengembangan perekonomian lokal, " sebut Guntur. (Riki)