MATATELINGA, Medan: Di tengah gelombang persiapan menuju Pilkada 2024, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) mengambil langkah proaktif dengan menggelar sesi Jaksa Daring yang penuh antusias.
BACAJUGA
https://www.matatelinga.com/Berita-Sumut/80-penjahat-di-medan-ditembak--polrestabes-medan-kerahkan-tim-pemburu-begal
Pada Kamis (10/10/2024), acara ini diadakan melalui Instagram, menjadi platform interaktif bagi masyarakat untuk mengenal lebih jauh peran kejaksaan dalam mengawal jalannya Pilkada yang akan datang.
Sejak awal sesi, suasana hangat menyelimuti ruang virtual. Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Adre W Ginting membuka acara dengan sapaan akrab kepada para "sobat Adhyaksa" yang telah bergabung. Dengan semangat yang menular, dia memperkenalkan dua narasumber kunci yakni Yos A Tarigan SH MH selaku Koordinator Bidang Intelijen Kejati Sumut dan Nazir Salim Manik S.Sos MSP selaku Ketua Jaringan Demokrasi Indonesia Sumut (JaDI Sumut).
Momen ini bukan sekadar formalitas, tetapi sebuah kesempatan untuk mendalami betapa pentingnya peran kejaksaan dalam menjaga keadilan dan transparansi di arena politik.
[br]
Yos A Tarigan memulai pembicaraan dengan penekanan pada tanggung jawab Kejati sebagai bagian dari Sentra Gakkumdu, lembaga yang menangani masalah hukum terkait Pemilu dan Pilkada. “Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap tahapan berjalan dengan baik, tanpa adanya ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan (AGHT) dalam proses tahapan Pilkada,” tegasnya.
Dia menjelaskan, bahwa Kejati Sumut telah menyiapkan 28 Kejari dan 9 Cabjari di seluruh wilayah hukum untuk memantau proses pemilihan, dari persiapan hingga hasil akhir.
Selain sentra Gakkumdu dan peran Intelijen dalam mengawal tahapan Pilkada 2024, kejaksaan juga melalui bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) sebagai Jaksa Pengacara Negara, jika diperlukan bisa melakukan pendampingan. Yos menekankan pentingnya pemantauan ketat.
“Tidak ada ruang untuk kesalahan. Setiap langkah harus diawasi agar hak suara rakyat dihormati,” tambah Yos. Semangatnya menyentuh, menggambarkan betapa seriusnya Kejati Sumut dalam menjalankan amanah untuk menjaga demokrasi.
[br]
Sementara itu, Nazir Salim Manik memberikan perspektif yang tak kalah penting. Sebagai mantan penyelenggara Pemilu, dia mengerti betul dinamika yang terjadi di lapangan. Dia juga menyampaikan bahwa proses demokrasi di negeri ini tidak terlepas dari peran serta Kejaksaan dalam mengawal tahapan sampai pelaksanaannya.
“Penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa mereka memiliki hak untuk memilih dengan bijak. Kejaksaan hadir untuk mendukung dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pemilihan yang bersih dan adil,” ujar Nazir. Dia mengajak generasi muda untuk tidak hanya menjadi pemilih pasif, tetapi aktif berpartisipasi dalam proses demokrasi.
Diskusi semakin hidup ketika netizen mulai aktif mengajukan pertanyaan. Keresahan masyarakat tentang potensi kecurangan dalam Pilkada menjadi topik hangat. Yos dan Nazir merespons dengan sigap, memberikan penjelasan mengenai langkah-langkah yang dapat diambil oleh masyarakat untuk melaporkan kecurangan ke lembaga berwenang seperti Bawaslu. “Jangan ragu untuk melapor jika melihat ada pelanggaran. Suara anda sangat penting dalam menjaga integritas Pilkada,” cetus Yos.
Momen-momen interaksi ini tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga menciptakan rasa saling percaya antara masyarakat dan institusi hukum. Pesan-pesan positif dari kedua narasumber menyiratkan harapan besar bahwa Pilkada 2024 bisa berjalan dengan lancar dan demokratis. “Gunakan hak suara kalian dengan bijak. Hindari politik uang dan kampanye hitam yang hanya akan merusak tatanan demokrasi,” seru Nazir menutup sesi dengan semangat.
Sesi Jaksa Daring ini bukan sekadar acara informasi, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi antara kejaksaan dan masyarakat. Dengan adanya platform ini, masyarakat diingatkan akan pentingnya berpartisipasi secara aktif dalam menjaga kualitas pemilihan umum. Harapan untuk masa depan yang lebih baik bagi Sumatera Utara semakin nyata ketika semua elemen masyarakat berkolaborasi, dari lembaga hukum hingga individu, dalam menciptakan pemilihan yang bersih dan adil.
Saat acara berakhir, keinginan untuk melihat demokrasi yang lebih sehat di Sumatera Utara menjadi harapan bersama. Kejati Sumut menunjukkan bahwa mereka siap berkomitmen dalam mengawal jalannya Pilkada, memastikan bahwa suara rakyat tidak hanya didengar, tetapi juga dihormati. Dengan semangat yang menggelora, mereka berdiri sebagai garda terdepan dalam melindungi hak demokrasi setiap warga, menjadikan Pilkada 2024 bukan hanya sebuah agenda politik, tetapi juga sebuah perayaan suara rakyat. (Reza)