MATATELINGA, Asahan.:Warga masyarakat kota Kisaran, kini semakin ramai membicarakan status eks.Terminal Pasar Kisaran, yang merupakan asset Pemerintah namun berubah menjadi milik perorangan dan dikuasai oleh warga keturunan dan konon kabarnya juga sudah beralih penguasaanya, Sabtu (09/11/2024).[ads3nse]Salah seorang warga masyarakat Kisaran Imron Lubis (61) warga Kisaran saat ditemui MATATELINGA.Com di jalan Imam Bonjol Kisaran mengatakan saya sejak kecil hidup dan membantu mencari nafkah orang tua di terminal ini , dan waktu itu pak supir supir bus yang singgah dan mangkal di terminal pasar Kisaran ini sering memakai jasa tenaga saya untuk membawakan air untuk mengisi radiator bus bus tersebut.Imron Lubis juga mengatakan jadi saya sangat mengetahui sejarah berdirinya dan digunakannya tempat ini dan Pemerintah Kabupaten Asahan juga banyak menimbun batu padas di areal lapak terminal itu, dan tentunya terminal tersebut merupakan asset Pemerintah Asahan, ujarnya.[br]Lebih lanjut Imron Lubis mengatakan di terminal tersebut dulu juga ada orang yang sangat disegani bernama pak Pardjo dan pak Hasibuan yang merupakan tentara masa itu, dua orang ini yang selalu menyelesaikan masalah bila terjadi keributan di terminal.Imron Lubis juga mengatakan ditengah areal terminal tersebut juga berdiri rumah makan "Gumarang" ditempat itulah para supir bus sering berkumpul , dan bila saat ini ada warga Asahan khususnya warga Kisaran mengatakan terminal tersebut bukan asset Pemerintah Kabupaten Asahan ya aneh dan bila tidak mengetahui sejarah terminal pasar Kisaran itu ya janganlah asal ngomong .Setelah berpindahnya terminal tersebut ke jalan Bhakti Kisaran , lapangan eks terminal dibangun Pemerintah dengan mendirikan gedung ini untuk sentra perdagangan dan kantor Dinas Pasar, namun setelah adanya keributan antara warga masyarakat dengan pengusaha warga keturunan yang mengataku pemilik lahan dan bangunan tersebut baru ketahuan bahwa asset Pemerintah ini telah dijual oleh pejabat Asahan ke tangan warga turunan tersebut, dan saya bila dimintai keterangan oleh anggota DPRD Asahan dalam agenda RDP pekan depan saya bersedia dan akan kami ceritakan semuanya, dan lagi bukan hanya saya yang masih ingat itu diantaranya J.Sitepu, Zahar Ginting, danasih banyak lagi anak anak muda zaman dulu yang mau memberikan kesaksian, jelasnya itu lahan dan bangunan milik Pemerintah Asahan, dan bila sudah berpindah tangan hendaknya DPRD Asahan harus bisa merebut kembali asset tersebut agar kembali ke negara, tukasnya geram (dieks)