MATATELINGA, Sidimpuan :Madrasah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ladang pengembangan karakter dan prestasi bagi para siswa. Di balik kemajuan yang dicapai oleh MAN 1 Padangsidimpuan, terdapat sosok kepala madrasah yang memimpin dengan kasih, penuh inspirasi, dan selalu menjadi teladan bagi guru serta seluruh siswa.
BACAJUGAhttps://www.matatelinga.com/Berita-Sumut/kegiatan-sosper-di-dprd-deliserdang-tidak-sesuai-ketentuan-dan-berpotensi-merugikan-negara
Dia adalah Wasliah Lubis, Kepala Madrasah yang telah membuktikan diri sebagai pemimpin yang mampu menggerakkan semangat untuk terus berprestasi.
Sejak dipercaya memimpin MAN 1 Padangsidimpuan Wasliah Lubis tidak hanya fokus pada peningkatan kualitas pendidikan, tetapi juga pada penguatan hubungan emosional antara pemimpin dan warga madrasah. Dengan pendekatan yang penuh kasih sayang, beliau selalu menempatkan diri sebagai sosok yang mendengarkan dan memberikan solusi bagi setiap permasalahan yang muncul. Keberadaannya tidak hanya sebagai kepala madrasah, tetapi juga sebagai figur yang dapat diandalkan oleh para guru dan siswa.
[br]
Kepemimpinan Wasliah dikenal unik. Ia selalu memberikan contoh terlebih dahulu sebelum meminta orang lain melakukannya. Prinsipnya sederhana namun mendalam: "Pemimpin harus menjadi cerminan nilai-nilai yang ingin ditanamkan kepada orang yang dipimpinnya." Dengan cara ini, ia berhasil menciptakan budaya kerja yang harmonis dan produktif di MAN 1 Padangsidimpuan. Guru-guru merasa didukung, sementara siswa merasa dihargai dan diberdayakan.
"Sebagai seorang pemimpin, saya percaya bahwa memberikan contoh yang baik jauh lebih efektif daripada hanya memberi perintah," ujar Wasliah Lubis. Filosofi kepemimpinan ini diterapkannya dalam setiap langkahnya. Beliau selalu memastikan bahwa apa yang dia ajarkan melalui perkataan juga tercermin dalam tindakannya sehari-hari. Dengan begitu, siswa dan guru tidak hanya mendapatkan arahan, tetapi juga motivasi untuk menjadi lebih baik.
Hubungan Wasliah dengan para siswa menjadi salah satu kekuatannya. Ia tidak ragu untuk duduk bersama mereka, mendengar cerita, dan bahkan ikut serta dalam kegiatan ekstrakurikuler. Bagi para siswa, Bu Wasliah bukan sekadar pemimpin, tetapi seorang sahabat dan ibu kedua yang selalu siap mendukung. Ketika ada siswa yang merasa kesulitan, ia memberikan motivasi. Ketika ada siswa yang berhasil, ia tidak pernah lupa memberikan apresiasi, baik dalam bentuk pujian langsung maupun penghargaan yang membuat siswa merasa bangga.
"