Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Kisah Haru Wak Roma, Bertahan dengan Gaji Pas-pasan Akhirnya Lulus PPPK

Kisah Haru Wak Roma, Bertahan dengan Gaji Pas-pasan Akhirnya Lulus PPPK

Syamsir - Jumat, 24 Januari 2025 21:07 WIB
Romadi seorang honorer tenaga Kebersihan, ia berhasil lulus PPPK.
MATATELINGA, Serdang Bedagai : Tangis Bahagia tercurahkan saat pengumuman kelulusan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada 1 Januari 2025.

Romadi seorang honorer tenaga Kebersihan, ia berhasil lulus PPPK.

Wak Roma panggilan akrabnya, tercatat sebagai Honorer di Kementerian Agama Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatra Utara.

Ia mulai bekerja sebagai tenaga honorer pada 2018 penuh semangat sambil membawa dagangannya susu kambing untuk di jual ke pegawai tempat ia bekerja.

[br]

Meski begitu, semangatnya tak pernah pudar. Romadi selalu datang setiap harinya pagi buta untuk membersihkan kantor agar terlihat bersih dan indah.

"Saya mulai bekerja sebagai tenaga honorer pada 2018, dengan harapan bisa memberikan kontribusi dalam kantor ini, kantor bersih dilihat pun indah," kata Romadi, Kamis (23/1/2025).

"Meski pekerjaan seperti ini, saya merasa ini adalah jalan hidup yang harus saya jalani dengan penuh tanggung jawab," imbuhnya lagi.

Diketahui Romadi merupakan Seorang yang bekerja keras dan Penuh tanggng jawab. Setiap harinya, ia datang lebih awal dan pulang lebih lama dibanding yang lainnya.

Sebagai honorer yang bertugas sebagai kebersihan tantangan terbesar yang dihadapi Romadi berkaitan dengan pendapatan. Menurutnya, selama 7 tahun menjadi petugas kebersihan ia mendapat gaji yang pas pasan dan ketiadaan jaminan pensiun.

[br]

Beban ini terus ditanggungnya selama bertahun-tahun. Kendati demikian, ia terus berusaha tidak mengeluh dan tetap berkomitmen memberikan yang terbaik untuk keindahan dan kebersihan kantor.

"Terkadang, gaji yang diterima sangat kecil, bahkan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, saya selalu berusaha untuk tidak mengeluh, karena bagi saya, yang saya kerjakan adalah ibadah dan kebahagiaan tersendiri," cerita Romadi.

Tantangan lain yang dihadapi para tenaga honorer adalah sulitnya mendapat pengakuan. Untuk itu ia berharap suatu saat nanti, tenaga honorer bisa mendapat perhatian lebih baik tentang kesejahteraan ataupun status pekerjaan yang jelas.

"Saya hanya ingin ada kejelasan dan penghargaan terhadap kerja keras kami," ungkapnya.

Kini perjuangan selama 7 tahun akhirnya terbayar dengan status PPPK. Dengan kesempatan ini, Romadi mengaku akan mengabdi sebagai pegawai PPPK dan akan melakukan pengembangan diri.

Salah satu jalan yang akan ditempuhnya yakni memberikan kebahagiaan bagi keluarga nya. Ia berharap dengan peningkatan kompetensinya bisa memberikan kontribusi yang lebih besar pada kantor Kementerian Agama, khususnya Serdang Bedagai.

Romadi juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan doa dan dukungan padanya. Baik itu Istri, keluarga, teman sejawat, rekan-rekan di kantor Kemenag Sergai.

Ia berharap perjuangannya selama 7 tahun sebagai tenaga honorer bisa menginspirasi. Terutama bagi generasi penerus bangsa untuk selalu berjuang meskipun kondisi yang sulit.

"Mungkin pengakuan itu datang terlambat, tapi saya yakin setiap pengabdian akan selalu mendapatkan tempat yang terbaik dan bermanfaat bagi semua orang," tandas Romadi.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Serdang Bedagai H. Azrul Aswan Sirait. S.Hi. M.M memberikan selamat kepada Romadi. "Pesan saya tetap pertahankan kedisiplinan, jaga selalu nama baik kementerian Agama tetap bertanggung jawab atas tugas yang diberiakan serta semangat dalam menjalinin nya" tambah Kakan Kemenag Sergai.

Editor
: Putra

Tag:

Berita Terkait

Lifestyle

Usai Apel, Kalapas Lhokseumawe Ajak Kepala BNN dan Kapolres Razia Kamar Napi

Lifestyle

Lapas Medan dan BNNP NTT Bersinergi Tangani Kasus Narkotika hingga Persidangan

Lifestyle

Ketika Surat Kuasa Berubah Jadi Jerat Pidana, Putusan Togar Situmorang Dipersoalkan

Lifestyle

BNN Turun Tangan di Lapas Medan, Pegawai Diingatkan Bahaya Narkoba!

Lifestyle

Pengajian Akbar Pemprov, Bobby Nasution Doakan Sumut Bebas Bencana dan Narkoba

Lifestyle

Wanita Lansia Viral Curi Tas di Pasar Petisah