Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Pembimas Buddha Hadiri Ramah Tamah Perayaan Imlek Sumatera Utara

Pembimas Buddha Hadiri Ramah Tamah Perayaan Imlek Sumatera Utara

Syamsir - Selasa, 04 Februari 2025 08:30 WIB
Ramah Tamah Perayaan Imlek Sumatera Utara
MATATELINGA, Deliserdang : Pembimas Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara Dr. Budi Sulistyo, M.Pd.B, M.H menghadiri acara perayaan ramah tamah Imlek 2576 mapanbumi Sumatera Utara pada, Minggu (02/02) bertempat di Vihara Maitreya.

BACAJUGAhttps://www.matatelinga.com/Berita-Sumut/audensi-pengurus-radio-antar-penduduk-indonesia-dengan-bupati-asahan

Pembimas Buddha memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan ramah tamah Imlek 2576/2025 Mapanbumi Sumatera Utara untuk kebersamaan, kebahagiaan dan kemajuan umat Buddha dalam naungan Mapanbumi Sumatera Utara.

Pembimas mengatakan bahwa Imlek secara historis tidak berbeda dengan tahun baru lainnya. Imlek adalah tahun baru Tionghoa. Pada umumnya, yang banyak merayakan imlek adalah warna tionghoa. Menurut Sejarah perayaan imlek merupakan perayaan yang dilakukan di Tiongkok yang biasanya jatuh pada tanggal satu di tiap bulan pertama di awal tahun baru.

[br]

“Di Indonesia, Imlek ditetapkan dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2002 sebagai hari tahun baru Imlek dan menjadi hari libur Nasional. Saya bangga dengan keluarga Mapanbumi Sumatera Utara yang mampu memelihara tradisi budaya ramah tamah imlek, karena ini menunjukkan kerukunan intern beragama yang solid sehingga menjadi dasar untuk menjaga kerukunan ekstern dengan umat beragama lain dan kerukunan dengan pemerintah,” kata Budi Sulistyo M.Pd.B. MH.

Sekretaris Mapanbumi Pdt. Satya Vira, M.Pd.B mengatakan hari ini ribuan umat Buddha hadir pada perayaan imlek ini.

“Perayaan Imlek tahun ini yakni perdamaian dunia. Tahun 2025 ini tahun ular, diharapkan seperti sifat ular yang berganti kulit setiap 3 bulannya untuk mendapatkan kulit baru, filosopi ini lah yang membuat kita untuk terus bertransformasi menjadi lebih baik. Setiap umat Buddha agar mendoakan perdamaian dunia di mulai dari Indonesia sehingga lebih harmonis di tahun berikutnya,” ujarnya.

Di hari yang sama, Pembimas Buddha hadir pada perayaan imlek di Vihara Kemala Dvipa. Ketua Magabutri ( Majelis Agama Buddha Tridharma ) Kabupaten Deliserdang, Romo Pandita Arya Paramananda Deny, S.Pd mengatakan bahwa perayaan Imlek di Vihara Kemala Dvipa adalah perayaan atas tradisi etnis tionghoa.

“Pada perayaan Imlek, kita meminta kepada Sang Hyang Adi Buddha agar mendapatkan keberkatan, rezeki yang bertambah, jalan hidup yang baik dan benar dan juga keselamatan,” ucap Romo.

[br]

Romo Pandita Arya Paramananda Deny berharap di Tahun ular ini kerukunan intern umat beragama dan ekstern umat beragama dapat terjalan dengan baik.

“Harapannya di Tahun ular ini, pemerintah lebih memperhatikan kondisi masyarakat, kondisi yang aman dan baik-baik saja, perekonomian yang baik, kerukunan terjalin dan jangan ada pertikaian umat beragama .

Pembimas Buddha menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan di kedua tempat ini," tambah Romo.

“Kegiatan ini bertujuan sebagai bentuk pengucapan Syukur, doa dan harapan agar di Tahun depan, mendapatkan rezeki yang lebih banyak, untuk menjamu leluhur dan sebagai media silaturahmi dengan keluarga dan kerabat agar lebih merekatkan hubungan kekeluargaan,” tutupnya.

Editor
: Putra

Tag:

Berita Terkait

Lifestyle

Gaya Hidup Sehat Remaja: Kunci Menciptakan Generasi yang Produktif dan Berkualitas

Lifestyle

Membangun Manusia, Bukan Sekadar Infrastruktur

Lifestyle

Halte Bus Listrik di Jalan Gatot Subroto: Solusi Transportasi atau Sumber Kemacetan Baru?

Lifestyle

Macet Hari Ini, Harapan untuk Medan Esok Hari

Lifestyle

Hari Lahir Pancasila: Di mana Peran Mahasiswa?

Lifestyle

IKAN SAPU - SAPU DI DANAU TOBA: SAAT SOLUSI MENJADI MASALAH BARU