MATATELINGA, Medan : Turnamen Fitsen Gokart kembali digelar di Medan sebagai ajang balap motor mini yang kini memasuki edisi ketiganya. Kompetisi ini menjadi wadah bagi para pegiat gokart, khususnya kalangan muda, untuk menunjukkan kemampuan balap di lintasan outdoor yang telah disiapkan panitia.
Menurut panitia penyelenggara Fitsen, turnamen kali ini merupakan lanjutan dari dua edisi sebelumnya yang juga digelar di area terbuka, termasuk salah satunya yang pernah berlangsung di Bandara Polonia. Ajang ini terus mendapat respons positif dari masyarakat, terutama generasi muda yang antusias mengikuti olahraga balap secara serius.
"Turnamen kali ini dibagi ke dalam tiga kelas, yaitu: kelas anak-anak di bawah usia 17 tahun, kelas 50–80 kg, dan kelas di atas 80 kg. Kelas untuk anak-anak, yang kami sebut kelas 'Chadel', kami buka karena tingginya animo dari peserta muda yang ingin ikut berpartisipasi," jelas panitia.
Baca Juga: Dorong Transisi Energi Hijau, PLN UID Sumatera Utara dan Asian Agri tandatangani Berita Acara COD PLTBG Peserta termuda dalam turnamen ini berusia 14 tahun, membuktikan bahwa minat balap di kalangan remaja cukup tinggi. Gokart yang digunakan dalam kompetisi ini memiliki mesin 200cc 4-tak, dengan batas kecepatan maksimum yang ditetapkan panitia sebesar 70 km/jam di lintasan lurus, demi menjaga keselamatan.
Untuk urusan keamanan, panitia menyatakan bahwa standar keselamatan menjadi prioritas utama. Semua peserta diwajibkan menggunakan perlengkapan lengkap, seperti sepatu, celana panjang, jaket, sarung tangan, dan helm. Pihak penyelenggara juga menyediakan beberapa perlengkapan keselamatan bagi peserta yang membutuhkannya.
"Total peserta ada 32 orang, sebenarnya lebih dari itu yang mendaftar. Namun, untuk efisiensi, kami batasi hanya 32 peserta. Mereka berasal dari berbagai daerah, mayoritas dari wilayah Sumatera Utara, termasuk Pematang Siantar," lanjut panitia.