Matatelinga - Jakarta, Semakin gemuk sang ibu, maka semakin tinggi pula risiko kematian yang akan dialami oleh bayinya saat dilahirkan. Wanita yang mengalami obesitas berkemungkinan lebih tinggi untuk kehilangan bayinya setelah melahirkan. Sebuah penelitian mengungkap bahwa bayi yang dilahirkan oleh ibu obesitas memiliki risiko kematian lebih tinggi saat dilahirkan. Risiko kematian bayi ini ini meningkat seiring dengan bertambahnya berat badan ibu hamil. Dibandingkan dengan risiko kematian pada bayi yang dilahirkan ibu normal, bayi yang dilahirkan oleh ibu obesitas memiliki risiko kematian hingga 2,5 kali lipat lebih tinggi!Hasil ini didapatkan peneliti di Swedia setelah menganalisis lebih dari 1,8 juta kelahiran selama 18 tahun antara tahun 1992 hingga 2010. Mereka menemukan bahwa bayi yang dilahirkan oleh ibu obesitas menghadapi ancaman kematian yang lebih besar dibandingkan dengan bayi yang dilahirkan ibu dengan berat badan normal.Selama penelitian, peneliti mencatat kematian 5.428 bayi. Dua per tiga dari bayi tersebut mengalami kematian dalam kurun waktu 28 hari setelah dilahirkan. Penyebabnya biasanya adalah infeksi, kekurangan oksigen pada otak, dan sudden death infant syndrom, atau kematian bayi yang mendadak, seperti dilansir oleh Daily Mail (2/12/2014).Kematian bayi ini meningkatkan seiring bertambahnya berat badan ibu yang obesitas pada awal kehamilan. Penelitian mengungkap bahwa peningkatan ini sangat berkaitan dengan berat badan ibu dan obesitas yang dialaminya. Saat ini obesitas menjadi semakin marak pada wanita di usia muda. Hal ini harus segera diperhatikan sebelum mereka berencana memiliki anak.(Mt/Mdc)