Matatelinga, Kesehatan kehamilan ibu tidak hanya ditentukan oleh calon ibu. Dukungan dari orang-orang di sekitar ibu hamil, juga sangat penting untuk memastikan perkembangan kesehatan fisik dan mental ibu hamil.Perhatian ini menjadi salah satu dari bagian “Kampanye Peduli Kesehatan Ibu” 2014 yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan beberapa lembaga terkait sepanjang tahun ini. Ini tak lain untuk menekan Angka Kematian Ibu (AKI) yang masih tinggi di Indonesia.Direktur Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak, dr. Anung Sugihantono, MKes, mengatakan, masih banyak ibu hamil yang tidak tahu faktor risiko dan bahaya lain yang dapat mengancam nyawa ibu dan bayi. Itulah mengapa pendampingan ibu hamil menjadi fokus kampanye tersebut."Ibu hamil itu butuh perhatian. Konsultasi saja kadang tidak cukup. Mereka perlu didampingi. Perubahan sosial banyak mempengaruhi kondisi ibu hamil, seperti banyaknya isteri yang ditinggal suami yang kerjanya jauh. Oleh karena itu kita perlu mengubah pemikiran kita," tuturnya, Senin, (22/12/2014).Ibu hamil yang rentan stres perlu memiliki teman pendamping, tambah Dr. Gita Maya Koemara Sakti, MHA., Direktur Bina Kesehatan Ibu. Ibu hamil juga perlu memiliki akses ke tenaga kesehatan dan pelayanan kesehatan yang baik, sehingga mereka dapat dengan mudah diberi penyuluhan tentang kehamilan dan kesehatan."Pendamping ibu hamil juga bisa menjadi pendamping kesehatan ibu dan anaknya. Banyak sekali komunitas masyarakat dari kaum ibu dan para suami bisa menjadi gerakan masif yang dikepalai kepala daerah untuk semua bergerak bersama," jelas dr. Gita.Kampanye Peduli Kesehatan Ibu dilakukan Kemenkes bersama beberapa lembaga, di antaranya Gerakan Kesehatan Ibu & Anak (GKIA) dan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) yang membantu menggalakan sukarelawan sebagai pendamping ibu hamil di kantong-kantong mereka selama sembilan bulan.(Fit)