Matatelinga, Seperti dikutip dari penelitian yang berjudul " Cardiovascular Responses to Caffeine by Gender and Pubertal Stage" yang diterbitkan dalam jurnal pediatrics, remaja perempuan juga dapat mengalami beberapa efek kafein yang berbeda selama siklus menstruasi mereka.SETELAH puberitas, anak laki-laki dan perempuan mengalami perubahan denyut jantung dan tekanan darah yang berbeda, setelah mengonsumsi soda berkafein dan minuman berenergi, menurut sebuah penelitian baru.Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa kafein meningkatkan tekanan darah dan menurunkan detak jantung pada anak-anak, remaja, dan orang dewasa. Seperti dilansir dari Timesofindia, Kamis (25/12/2014), ini juga mempengaruhi anak-anak pra remaja."Kami menemukan sebuah interaksi antara gender dan dosis kafein. Laki-laki memiliki respons yang lebih besar terhadap kafein dibandingkan anak perempuan," kata Jennifer Temple, profesor dari University at Buffalo School of Public Health and Health Professions.Para peneliti juga menemukan perbedaan dalam respons terhadap kafein bagi seluruh siklus menstruasi remaja perempuan pascapubertas, juga dengan penurunan denyut jantung dan tekanan darah yang meningkat.(Fit)