MATATELINGA - Mengganti kompor gas dengan kompor listrik, khususnya kompor induksi, berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan pernapasan.
Sebuah studi terbaru menunjukkan langkah tersebut dapat membantu mengurangi
gejala asma, terutama pada penderita asma yang sulit dikendalikan.
Dilansir dari CNET, penelitian yang dilakukan MetroHealth System bersama enam organisasi komunitas melibatkan 85 orang dewasa dan anak-anak di Northeast Ohio, Amerika Serikat, yang memiliki riwayat asma tidak terkontrol.
Baca Juga: Siapa Tim Terbaik Piala Dunia 2026 yang Diumumkan FIFA, Inilah Dia..? Seluruh peserta sebelumnya menggunakan
kompor gas di rumah.
Dalam penelitian ini, kompor tersebut diganti secara gratis dengan kompor listrik induksi.
Kondisi kesehatan peserta dipantau selama satu hingga empat minggu sebelum pergantian, kemudian dievaluasi kembali dua hingga tiga bulan setelah menggunakan kompor baru.
Selain memantau kondisi kesehatan, tim peneliti juga mengukur kualitas udara di dalam rumah selama tujuh hari sebelum dan sesudah penggantian kompor.
Baca Juga: Gol Ferran Torres Antar La Furia Roja Juara Piala Dunia 2026 Salah satu parameter yang diamati adalah kadar nitrogen dioksida (NO₂), yaitu polutan yang dihasilkan dari proses pembakaran
kompor gas dan diketahui dapat memengaruhi kesehatan paru-paru.
Hasil penelitian menunjukkan penurunan kadar nitrogen dioksida di dalam rumah hingga sekitar 70 persen setelah peserta beralih ke kompor listrik.
Seiring dengan membaiknya kualitas udara,
gejala asma yang dialami peserta juga mengalami penurunan. Rata-rata tingkat keparahan asma berubah dari kategori sedang menjadi ringan.
Menurut para peneliti, peningkatan kontrol terhadap asma tersebut sebanding, bahkan dalam beberapa kasus lebih baik, dibandingkan hasil yang dilaporkan pada sejumlah uji klinis obat asma.
Baca Juga: Pemerintah Iran Mengancam Akan Melancarkan, Apa "langkah yang tepat"..? Tak hanya itu, penelitian juga mencatat penurunan sekitar 70 persen pada kunjungan ke instalasi gawat darurat dan rawat inap akibat asma.
Sementara jumlah hari peserta yang harus absen dari sekolah atau pekerjaan karena gangguan asma berkurang hingga sekitar 80 persen.
Mengapa Kompor Induksi?Dalam penelitian ini, peserta menggunakan kompor listrik induksi karena dinilai lebih efisien, cepat memanaskan dan mendinginkan permukaan, serta lebih aman dibandingkan kompor listrik konvensional.
Berbeda dengan kompor listrik biasa yang memanaskan elemen pemanas secara langsung, kompor induksi memanfaatkan medan elektromagnetik untuk menghasilkan panas langsung pada peralatan masak.
Baca Juga: Menjelang Perundingan Lanjutan, Ini Dilakukan Amerika Serikat ke Iran Teknologi ini juga mengurangi panas yang terbuang ke udara sehingga kualitas udara di dalam ruangan tetap lebih baik.
Penelitian Masih Memiliki KeterbatasanMeski hasilnya menjanjikan, para peneliti mengingatkan bahwa studi ini masih memiliki beberapa keterbatasan.
Penelitian hanya melibatkan 85 peserta dengan durasi pengamatan yang relatif singkat, yakni beberapa bulan.
Selain itu, penelitian tidak menggunakan kelompok pembanding yang tetap memakai kompor gas sehingga belum dapat memastikan seluruh perubahan yang terjadi semata-mata disebabkan oleh pergantian jenis kompor.
Baca Juga: Pemain Timnas Spanyol Miliki Kualitas, Apa Prancis Tidak "Gentar"..? Penilaian tingkat keparahan asma juga didasarkan pada kuesioner yang diisi sendiri oleh peserta, bukan berdasarkan rekam medis atau pemeriksaan klinis secara langsung.
Karena itu, para peneliti menilai diperlukan studi lanjutan dengan jumlah peserta yang lebih besar, durasi penelitian yang lebih panjang, serta metode uji klinis terkontrol untuk memastikan manfaat kompor listrik terhadap kesehatan pernapasan dalam jangka panjang.
Baca Juga: Iran Mengancam Akan Menutup Sepenuhnya Selat Hormuz.