Matatelinga, Ekstrak kentang sangat bermanfaat untuk menghindari obesitas dan kolesterol tinggi bagi seseorang. Penelitian ini diungkap oleh para peneliti McGill University di Kanada.Tak ayal, kentang memang dikenal memiliki kandungan karbohidrat tinggi. Tapi diketahui, ekstrak kentang memiliki konsentrasi tinggi polifenol, komponen kimia yang bermanfaat juga sering ditemukan dalam sayuran dan buah."Kami pikir ini tidak bisa terjadi. Pada kenyataannya kami lakukan lagi percobaan menggunakan bagian yang berbeda ekstrak dari kentang yang tumbuh di musim lain," kata salah seorang peneliti Agellon, Jumat, (2/1/2015).Saat melakukan penelitian, para peneliti melakukan percobaan pada tikus-tikus yang diet akibat obesitas dengan hanya memakan ekstrak kentang selama seminggu.Hasilnya, tikus yang awalnya memiliki berat rata-rata 25 gram, setelah 10 minggu rata-rata beratnya menjadi 16 gram. Tikus yang melakukan diet ekstrak kentang jauh lebih sedikit mengalami kenaikan berat badan, selisihnya bisa sampai tujuh gram lebih."Dosis harian ekstrak berasal dari 30 kentang, tapi tentu saja kami tidak menyarankan siapa pun untuk memakan 30 kentang sehari," ujar penulis utama studi, Stan Kubow.Dengan hasil tersebut, peneliti menyarankan adanya uji klinis lanjutan untuk membuktikan fakta sesungguhnya. Di samping itu, dosis optimal untuk pria dan wanita juga perlu ditentukan, karena metabolisme mereka berbeda.(Fit)