MATATELINGA,Jakarta: Ekonom Bank Danamon Indonesia, Hosianna EvalitaSitumorang, mengatakan bahwa di tengah tekanan biaya hidup, masyarakatcenderung menunda pembelian barang bernilai besar, seperti rumah, kendaraan,maupun liburan ke luar negeri.
Sebagai gantinya, mereka mengalihkan pengeluaranke kebutuhan atau hiburan yang lebih terjangkau.
"Jadi, mereka kini mencari hal-hal yang lebih terjangkau,seperti pergi ke kafe atau membeli makanan premium. Hal ini mendorongpertumbuhan sektor makanan dan minuman (FnB).
Baca Juga: Meredanya Eskalasi Perang Dagang antara AS-China Menjadi Kunci Tekanan biaya hidup tidak selalu menurunkan konsumsi masyarakat.Justru, fenomena yang dikenal sebagai Lipstick Effect dinilai mendorongpertumbuhan di sejumlah sektor bisnis, terutama pada produk dan layanan denganharga yang lebih terjangkau.
Kalau disadari juga, pusat perbelanjaan masih ramai meskipunsempat terjadi kenaikan harga BBM. Jadi, memang ada sektor yang terdampak,tetapi ada juga yang justru tumbuh positif. Ke depan, tren Lipstick Effect inimasih berpotensi meningkat," ujarnya.
Baca Juga: Pendapatan Tarif Trump Pada bulan April Mencapai $17 miliar Menurut Hosianna, fenomena tersebut juga berdampak pada sektormanufaktur. Produsen masih mampu meneruskan kenaikan biaya bahan baku kepadakonsumen karena permintaan tetap ada. Kondisi itu terlihat dari berbagaiprogram promosi dan diskon yang dilakukan pelaku ritel maupun sektor perbankan.
"Artinya,masih ada yang membeli. Kalau konsumsi meningkat, manufaktur juga akanberekspansi. Dalam jangka pendek, ekonomi tetap bergerak karena masyarakatmasih bekerja dan memiliki daya beli," katanya.
Baca Juga: Untuk Pertama Kali Harga Emas Tembus Rp2.045.000 per gram Meski demikian, ia menilai daya beli masyarakat saat ini masihlebih banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-haridibandingkan membeli aset atau barang bernilai besar,dikutip Okezone
"Merekamasih punya daya beli sehingga sektor konsumsi tetap positif. Namun, apakahdaya beli itu cukup untuk membeli barang-barang besar, ini yang membutuhkandukungan kebijakan," ucapnya.
Baca Juga: Ibrahim: Penguatan Harga Emas Dunia Dipengaruhi Kebijakan Suku Bunga Bank Sentral AS