Matatelinga, Tekanan yang dihadapi anak tidak hanya terjadi di lingkungan sekolah. Namun, tekanan tersebut bisa datang dari rumah.Kondisi ini bisa terjadi jika usia anak terpaut tidak jauh dari saudaranya. Untuk menghindari terjadinya tekanan tersebut atau konflik kakak dan adik, ada beberapa langkah yang harus orangtua lakukan. Berikut ulasannya, sebagaimana dilansir dari Boldsky, Senin (6/1/2015).Mempersiapkan : Anda harus siap diri untuk hal seperti ini ketika memiliki anak-anak dari kelompok usia yang sama. Sebelum menghadapinya, lakukan pengamatan dari rekan-rekan dengan situasi yang sama. Ini akan membantu Anda memahami masalah dengan lebih baik. Anda harus berbicara dengan setiap anak secara individual untuk bisa menangani hal ini.Menjadi bangga : Salah satu cara untuk menghindari tekanan dari saudara sebaya adalah bangga kepada mereka dan menghargai upaya yang mereka lakukan. Ketika salah satu anak membuat upaya terkecil namun disangkal oleh saudara sebayanya, Anda harus bangga kepadanya. Selain itu, Anda juga perlu mengajarkan anak untuk bangga pada dirinya sendiri ketika mengatakan tidak pada tekanan oleh saudara sebayanya. Cara ini tidak hanya membantu mereka di rumah, namun juga membantu mereka di dunia luar.Memotivasi : Ini adalah salah satu cara bagaimana untuk menghindari tekanan teman sebaya di antara saudara. Sekali hal tersebut terjadi di dalam rumah tangga, ini tidak akan menjadi situasi yang sehat. Anda harus berbicara dengan anak secara sabar dan mendengarkan bagian dari cerita mereka. Setelah itu, bantu anak untuk memotivasi dirinya untuk menghadapi permasalah tersebut.Perbandingan : Membandingkan antara saudara bukanlah merupakan cara yang sehat. Pahami bahwa seluruh anak itu unik dan mereka memiliki cara-cara nya tersendiri. Ini adalah salah satu cara untuk menghindari tekanan dari sesama saudara. Ketika Anda dibandingkan dengan saudara kandung, tidak ragu lagi bahwa hal tersebut mendorong mereka untuk menekan saudaranya.(Fit/Okc)