Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Meski Sudah Di Blokir, Situs Porno Indonesia Peringkat Teratas Dunia
Situs Porno

Meski Sudah Di Blokir, Situs Porno Indonesia Peringkat Teratas Dunia

Admin - Selasa, 13 Januari 2015 11:48 WIB
google
Ilustrasi
JAKARTA - Matatelinga, Fakta mengejutkan terungkap dalam laporan tahunan sebuah situs porno di Amerika Serikat. Berdasarkan statistik kunjungan di situs tersebut, pengguna internet mobile dari Indonesia menempati salah satu peringkat teratas.

Psikolog klinis dari Universitas Tarumanagara, Debora Basaria, M.Psi, mengaitkan fenomena ini dengan kultur yang masih terlalu menganggap seks sebagai hal yang tabu untuk didiskusikan. Akibatnya, banyak orang diam-diam penasaran lalu mencari tahu sendiri lewat situs porno.

Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengungkap kebiasaan menonton konten porno. Beberapa di antara adalah sebagai berikut, seperti dirangkum Selasa (13/1/2015).

1. Perubahan struktur otak

Seorang pakar neuropsikiatri dari Cambridge University, Dr Valerie Voon melakukan pemindaian otak pada sejumlah pria yang mengaku kecanduan pornografi. Setelah dibandingkan, struktur otak pada orang-orang tersebut mengalami perubahan seperti yang dialami juga oleh para pecandu kokain.

Dijelaskan, perubahan tersebut terjadi pada bagian pusat kesenangan. Bagian tersebut mempengaruhi pelepasan dopamin, sehingga orang-orang tersebut tidak pernah bisa lepas dari dorongan untuk selalu mencari tontonan mesum.

2. Sexual anorexia

Jika anorexia biasa menyebabkan seseorang tidak doyan makan, maka sexual anorexia membuat seseorang tidak doyan atau tidak tertarik pada hal-hal yang berhubungan dengan seks. Fenomena ini terungkap dalam sebuah survei yang dilakukan oleh Italian Society of Andrology and Sexual Medicine.

Survei tersebut melibatkan 28.000 orang laki-laki, dimulai saat mereka masih berusia 14 tahun. Saat memasuki usia 20-an tahun, mereka yang mengalami kecanduan pornografi semasa remaja cenderung menunjukkan gejala sexual anorexia.

3. Disfungsi ereksi

Ana Bridges, seorang psikolog dari University of Arkansas meneliti 487 laki-laki dewasa. Hasilnya menunjukkan bahwa semakin banyak menonton konten pornografi, para mahasiswa cenderung makin merasa tergantung. Dampaknya, mereka sulit mempertahankan ereksi saat bersama pasangan jika tidak dibantu dengan tontonan khusus dewasa.

4. Merusak keharmonisan

Seorang seksolog yang banyak menangani kasus kecanduan pornografi, Dhananjay Gambhire mengatakan bahwa apa yang ditampilkan dalam pornografi bukan sesuatu yang natural. Dampaknya bisa merusak keharmonisan hubungan dengan pasangan jika tidak disikapi dengan bijaksana.

"Khususnya pada hari-hari pertama, ini bisa sangat merusak keharmonisan seksual," katanya.

(Fit/Dtc)


Tag:

Berita Terkait

Lifestyle

Matatelinga.com Meraih Juara Satu, Pembaca dan Pengunjung Terbanyak Pemberitaan Polda Sumut

Lifestyle

PWI Labuhanbatu Akan Gelar Konferensi IX, Panitia Pelaksana Terbentuk

Lifestyle

14 Tahun Matatelinga, Menapaki Anak Tangga Tak Perlu Harus Melompat

Lifestyle

Semarak Syukuran HUT ke-14 matatelinga.com dan Peresmian Kantor Advokat Amrizal SH MH

Lifestyle

Hore.....Harga Emas Turun ke Angka Rp2.104.000 dari Harga Rp2.105.000 per gram

Lifestyle

Dugaan Tindak Pidana Korupsi Di Dinas Kesehatan Labuhanbatu, Ini Langkah Kejaksaan