Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Terlalu Lama Menggunakan Ponsel Picu Nyeri Leher, Dapat Berakibat Kelumpuhan
Kesehatan

Terlalu Lama Menggunakan Ponsel Picu Nyeri Leher, Dapat Berakibat Kelumpuhan

Admin - Sabtu, 24 Januari 2015 18:26 WIB
google
Nyeri Leher Akibat Penggunaan Ponsel
Matatelinga, Penggunaan ponsel terlalu lama sering menimbulkan rasa nyeri di leher dan punggung. Rasa sakit tersebut umumnya dianggap biasa. Padahal, itu bisa memicu penyakit serius. Apalagi kasusnya semakin tinggi.

Penyebabnya ternyata sikap tubuh saat menggunakan telepon seluler. Sebab, pengguna gadget tersebut selalu menunduk saat melihat layar. Pemakaian komputer juga bisa menjadi penyebab. 

Menurut Ravi, ada pasien yang mengaku bekerja di depan komputer selama 8 jam sehari. Bahkan, setelah pulang kantor pun, mereka masih memandangi layar alat elektronik tersebut.

Akibatnya, otot-otot di leher tertarik dalam posisi yang sama dalam waktu lama. Saat diperiksa dengan MRI, tampak perubahan pada otot dan saraf leher. Yakni, saraf penderita usia muda tampak seperti milik orang tua. Ravi mencontohkan, otot usia 18 tahun tampak seperti usia 35 tahun.

Karena itu, Ravi menegaskan untuk tidak menyepelekan rasa sakit di leher atau punggung. Sebab, jika dibiarkan dalam waktu yang lama, nyeri itu bisa menjadi masalah besar. Yakni, tulang belakang menjadi kempis. Jaringan sel di dalamnya akan mengering. Saraf pun rusak dan otot menjadi lemah. 'Kalau tidak ditangani, saraf bisa mati. Pakai operasi pun tidak bisa balik lagi,' tegasnya.

Dokter alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia, itu menyatakan, nyeri di tulang belakang juga berdampak pada kaki. Akibatnya, kaki mengalami foot drop. Cirinya, kaki tidak bisa diangkat dan sulit digunakan untuk melangkah. Bahkan, pada taraf buruk, bisa terjadi kelumpuhan.

Karena itu, Ravi menyarankan agar pasien mengubah posisi saat menggunakan ponsel. Caranya, tengok kanan atau kiri dalam setiap 20 menit. Kemudian, pekerja yang sering duduk di depan komputer sebaiknya memperhatikan posisi duduk. Yakni, tinggikan komputer dan turunkan keyboard. Atur kursi senyaman-nyamanya.

'Usahakan rehat setiap 20 menit. Berdiri, jalan sebentar,' ujar dokter yang juga konsultan di Sunway Medical Center tersebut.

Ravi menambahkan, makanan juga harus diperhatikan. Menurut dia, yang bagus dikonsumsi adalah buah dan sayur organik. Kemudian, ditambah makanan tinggi kalsium seperti susu dan ikan. Lalu, jauhi makanan kaleng atau yang mengandung gula serta kalori tinggi. Sebab, orang dengan kegemukan atau obesitas lebih rentan terkena cedera tulang belakang.

'Juga, berolahraga. Makanan baru terserap dengan baik kalau exercise,' tegasnya.

Dia menyarankan untuk segera ke dokter jika dirasa perlu. Sebab, kalau ada deteksi dini, tidak perlu tindakan operasi. Pasien hanya akan diberi obat. Seperti dilansir jpnn.com, Sabtu (24/1/2015)

(Fit)


Tag:

Berita Terkait

Lifestyle

TNI Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis Sambut HUT ke-81

Lifestyle

Pos Yandu Manggis & Tracing TBC Terintegrasi CKG Teluk Dalam Ditinjau Ketua TP.Posysndu Asahan

Lifestyle

Kapolda Sumut Cek Langsung Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Warga Samosir

Lifestyle

Semarak HUT ke-81 RI, Pelindo Hadirkan Layanan Kesehatan bagi Masyarakat Belawan

Lifestyle

Jangan Lewatkan Pertandingan Arsenal vs Manchester City di Community Shield

Lifestyle

Sinergi, Kolaborasi dan Edukasi jadi Kata Kunci Dalam Mengawal Tumbuh Kembang Generasi Penerus Bangsa