Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Kanker Ovarium Penyakit Paling Mematikan Bagi Wanita
Kesehatan

Kanker Ovarium Penyakit Paling Mematikan Bagi Wanita

Admin - Sabtu, 24 Januari 2015 18:51 WIB
google
Ilustrasi
Matalinga, Kanker ovarium atau kanker indung telur salah satu jenis kanker paling mematikan bagi wanita. Tidak seperti beberapa jenis kanker yang banyak menyerang wanita, kanker ovarium sulit dideteksi di awal dengan gejala kanker yang spesifik.

Hal ini diakui Dokter sub-spesialis Obstetri dan Ginekologi Onkologi dari RSCM Jakarta, Andrijono. Mengingat masih minimnya kesadaran masyarakat soal kanker dan sulitnya deteksi gejala dini kanker ovarium, banyak pasien yang datang kepadanya sudah mengidap kanker stadium lanjut.

“Kalau kanker payudara dapat dideteksi dengan ‘sadari’ karena dekat luar tubuh dan punya gejala yang bisa dirasakan langsung. Kanker serviks bisa dicegah dengan vaksin dan screening. Sementara kanker ovarium tidak ada screening khususnya,” tuturnya.

Andrijono mencatat ada sejumlah gejala yang umumnya dirasakan pasien kanker ovarium yang datang. Dari persentase besar seperti perut membesar, perut kembung, kelelahan, gangguan sistem pencernaan, dan nyeri di daerah sekitar perut.

“Kanker ovarium tidak punya gejala spesifik. Namun bila merasakan ketidaknyamanan di perut yang persisten atau tidak hilang selama beberapa minggu, sebaiknya lekas periksakan ke dokter,” tambah Sven Mahner, dokter onkologi dari University Medical Center Hamburg-Eppendorf, dalam kesempatan yang sama.

Gejala yang tidak spesifik seperti di atas patut dicurigai bila seseorang memiliki keluarga yang punya riwayat kanker atau mereka sendiri punya riwayat kanker di sekitar sistem pencernaan dan reproduksinya. Faktor lain seperti usia, gaya hidup tidak sehat, juga dapat mendukung munculnya kanker ovarium ini.

“Mereka yang mulai merasakan gejala demikian dan faktor risiko kanker kuat, bisa melakukan deteksi dengan tes darah, USG abdomen, dan pemeriksaan pelvis,” pungkas Andrijono.

Demikian dilansir dari laman okezone.com, Sabtu (24/1/2015)

(Fit)


Tag:

Berita Terkait

Lifestyle

Hari Lahir Pancasila: Di mana Peran Mahasiswa?

Lifestyle

IKAN SAPU - SAPU DI DANAU TOBA: SAAT SOLUSI MENJADI MASALAH BARU

Lifestyle

Lima Buah Segar di Konsumsi di Pagi Hari

Lifestyle

Wartawan Matatelinga.com Raih Penghargaan PMI Labuhanbatu

Lifestyle

Peserta Uji Ahli K3 Umum Ungkap Pentingnya Kompetensi K3 di Dunia Industri

Lifestyle

Kolaborasi USM Indonesia dengan Dinas Kesehatan Gelar CKG, Targetkan 2000 Warga Ikuti Tes Kesehatan