Matalinga, Kanker ovarium atau kanker indung telur salah satu jenis kanker paling mematikan bagi wanita. Tidak seperti beberapa jenis kanker yang banyak menyerang wanita, kanker ovarium sulit dideteksi di awal dengan gejala kanker yang spesifik.Hal ini diakui Dokter sub-spesialis Obstetri dan Ginekologi Onkologi dari RSCM Jakarta, Andrijono. Mengingat masih minimnya kesadaran masyarakat soal kanker dan sulitnya deteksi gejala dini kanker ovarium, banyak pasien yang datang kepadanya sudah mengidap kanker stadium lanjut.“Kalau kanker payudara dapat dideteksi dengan ‘sadari’ karena dekat luar tubuh dan punya gejala yang bisa dirasakan langsung. Kanker serviks bisa dicegah dengan vaksin dan screening. Sementara kanker ovarium tidak ada screening khususnya,” tuturnya.Andrijono mencatat ada sejumlah gejala yang umumnya dirasakan pasien kanker ovarium yang datang. Dari persentase besar seperti perut membesar, perut kembung, kelelahan, gangguan sistem pencernaan, dan nyeri di daerah sekitar perut.“Kanker ovarium tidak punya gejala spesifik. Namun bila merasakan ketidaknyamanan di perut yang persisten atau tidak hilang selama beberapa minggu, sebaiknya lekas periksakan ke dokter,” tambah Sven Mahner, dokter onkologi dari University Medical Center Hamburg-Eppendorf, dalam kesempatan yang sama.Gejala yang tidak spesifik seperti di atas patut dicurigai bila seseorang memiliki keluarga yang punya riwayat kanker atau mereka sendiri punya riwayat kanker di sekitar sistem pencernaan dan reproduksinya. Faktor lain seperti usia, gaya hidup tidak sehat, juga dapat mendukung munculnya kanker ovarium ini.“Mereka yang mulai merasakan gejala demikian dan faktor risiko kanker kuat, bisa melakukan deteksi dengan tes darah, USG abdomen, dan pemeriksaan pelvis,” pungkas Andrijono.Demikian dilansir dari laman okezone.com, Sabtu (24/1/2015)(Fit)