Matatelinga, Untuk mendeteksi penyakit demam berdarah dengue (DBD) biasanya hanya dengan menggunakan tes darah saja. Namun, peneliti di Singapura menemukan alat baru yang bisa mendeteksi penyakit itu, melalui air liur.Baru-baru ini, para peneliti dari Institute of Bioengineering and Nanotechnology (IBN) telah mengembangkan perangkat berbasis kertas yang hanya digunakan sekali untuk mendeteksi DBD lewat air liur, yang bisa diaplikasikan selama 20 menit. Dengan cara itu, diagnosa antibodi dengue lebih cepat diketahui, dibandingkan dengan tes darah yang butuh waktu lama."Kemampuan untuk membedakan antara infeksi dengue primer dan sekunder membuat alat diagnosis dini berharga yang akan membantu untuk memastikan penanganan yang tepat waktu dan perawatan yang tepat pasien," jelas Direktur Eksekutif IBN, Profesor Jackie Ying, dikutip Timesofindia dan dilansir laman okezone.com, Selasa (3/2/2015).Perangkat baru ini mampu mendeteksi IgG, antibodi-dengue spesifik yang ditemukan pada awal infeksi sekunder, langsung dari air liur dalam satu langkah.Untuk membuat perangkat, para peneliti IBN menggunakan desain aliran susun inovatif untuk mengatasi tantangan-tantangan utama yang dihadapi oleh desain aliran lateral yang ada seperti yang digunakan dalam alat tes kehamilan.Pasien dengan infeksi sekunder, yang sebelumnya telah terinfeksi dengan serotipe lain virus dengue, berdiri risiko lebih tinggi terkena demam berdarah dengue atau dengue shock syndrome.Di samping itu, kegunaan dari perangkat tersebut juga dapat mendeteksi HIV dan sifilis pada seseorang. Namun, perangkat tersebut tidak hanya terpaku untuk mendeteksi seseuatu lewat air liur, tetapi bisa juga dengan sampel darah, urin dan serum dengan hasil yang akurat.(Fit)