Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Kenali Lima Kehamilan Berisiko
Kesehatan

Kenali Lima Kehamilan Berisiko

Admin - Sabtu, 21 Februari 2015 15:24 WIB
google
Ilustrasi
Matatelinga, Bagi bumil, sehat sepanjang kehamilan adalah impian. Namun, terkadang ada beberapa faktor yang menyebabkan kehamilan jadi terganggu, seperti menderita penyakit tertentu atau kondisi fisik si ibu hamil itu sendiri.

Risiko pun bisa muncul sewaktu-waktu dan mengancam kesehatan ibu dan janin, bila tidak ekstra waspada. Berikut ini lima kehamilan berisiko yang wajib bumil ketahui.

Kehamilan dengan penyakit jantung : Efek paling buruk pada bumil dengan penyakit jantung yang tergolong kelas berat adalah kehamilannya harus segera diakhiri, berapapun usia kehamilannya. Akibatnya, janin mungkin saja harus dilahirkan secara prematur yang berisiko kematian pada janin karena fungsi paru-parunya belum sempurna.

Kehamilan dengan hipertensi : Hipertensi atau darah tinggi, sangat berisiko pada kehamilan. Terutama pada hipertensi berat karena sewaktu-waktu bisa menyebabkan stroke, gagal ginjal hingga gagal jantung. Jenis hipertensi selama kehamilan. Pertama, hipertensi yang sudah kronik, yang memang sudah ada sejak sebelum hamil. Hal tersebut dapat disebabkan oleh gangguan ginjal, kelainan metabolisme seperti diabetes atau penyakit kelenjar tiroid, dan lain-lain. Hipertensi jenis ini bisa saja menetap bahkan sampai sesudah melahirkan.

Kehamilan dengan obesitas : Obesitas berhubungan dengan gangguan pemanfaatan hormon insulin dalam tubuh. Obesitas berisiko pre-eklampsia serta diabetes dalam kehamilan. Angka persalinan dengan operasi sesar cukup tinggi pada ibu dengan obesitas. Mungkin karena lemak yang berlebih di jalan lahir sehingga mempersulit turunnya bayi dari rahim saat persalinan.

Tak hanya itu, bayi yang dikandung juga berisiko mengalami obesitas. Karena itu, sangat dianjurkan pada BuMil untuk menjaga berat badan idealnya dengan indeks massa tubuh (IMT) 18 hingga 25.

Kehamilan dengan diabetes : Pada diabetes yang tidak terkontrol risiko kehamilan sangat tinggi. Pun pada awal kehamilan yang rentan terhadap keguguran. Selain itu, bayi yang dikandung juga berisiko mengalami kelainan bawaan. Jika sampai terjadi kegawatan yang disebut ketoasidosis pada ibu, maka selain nyawa ibu terancam juga janinnya berisiko meninggal di dalam kandungan.

Saat lahir pun bayi cenderung mengalami masalah pada metabolismenya karena ia terbiasa mendapatkan asupan kadar gula yang tinggi dari ibunya. Ketika lahir, gula darah yang diterimanya turun mendadak, sehingga membahayakan pertumbuhannya. Untuk itu, disarankan pada ibu, agar melakukan diet yang sesuai dan bila perlu pemakaian insulin untuk mengontrol kadar gula darah. Sebisa mungkin gula darah dalam tubuh dipertahankan dengan ukuran di bawah 110 mg/dL.

Kehamilan dengan anemia : Bumil dengan anemia biasanya kerap merasa lemas, pusing dan tidak kuat berdiri terlalu lama. Kadar hemoglobin dalam darah bumil memang cenderung turun berkisar 11 g/dl bahkan lebih rendah pada pertengahan kehamilan. Hal ini disebabkan volume cairan darah meningkat sementara hemoglobinnya tetap.

Kebanyakan penyebab anemia pada bumil adalah kekurangan zat besi. Bisa pula akibat kekurangan asam folat serta gaya hidup vegetarian sehingga terjadi kekurangan vitamin B12 yang menyebabkan anemia. BuMil anemia juga bisa disebabkan karena menderita penyakit kronik ataupun infeksi seperti tuberkulosis (TBC).

Bayi yang dikandung pada bumil dengan anemia berisiko cenderung memiliki berat badan yang kecil atau lebih rendah bahkan lahir prematur. Yang lebih buruk, bayi bisa memiliki IQ yang rendah saat dewasa nanti.

Ciri-ciri bumil anemia bisa dilihat dari badan yang sering lemas, dada terasa sesak, dan lingkaran mata yang cenderung pucat. Tapi, ini juga tidak pasti. Karena itu dianjurkan agar ibu rajin melakukan pemeriksaan hemoglobin tiap tiga bulan pada kehamilan. Juga, asuplah makanan dan minuman yang kaya. Demikian dilansir laman okezone.com, Sabtu (21/2/2015)

(Fit)


Tag:

Berita Terkait

Lifestyle

TNI Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis Sambut HUT ke-81

Lifestyle

Pos Yandu Manggis & Tracing TBC Terintegrasi CKG Teluk Dalam Ditinjau Ketua TP.Posysndu Asahan

Lifestyle

Kapolda Sumut Cek Langsung Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Warga Samosir

Lifestyle

Semarak HUT ke-81 RI, Pelindo Hadirkan Layanan Kesehatan bagi Masyarakat Belawan

Lifestyle

Jangan Lewatkan Pertandingan Arsenal vs Manchester City di Community Shield

Lifestyle

Sinergi, Kolaborasi dan Edukasi jadi Kata Kunci Dalam Mengawal Tumbuh Kembang Generasi Penerus Bangsa