Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Hubungan Bercinta Setelah Operasi Kanker Payudara
Kesehatan

Hubungan Bercinta Setelah Operasi Kanker Payudara

Admin - Sabtu, 28 Februari 2015 18:43 WIB
google
Ilustrasi
Matatelinga, Kehidupan seks mungkin menjadi urusan yang perlahan dilupakan wanita yang tengah berjuang melawan kanker payudara. Padahal hubungan intim dengan pasangan bisa membantu membangkitkan semangat, termasuk dalam proses penyembuhan kanker.

Untuk banyak wanita, payudara adalah bagian penting dari identitas seksual mereka. Bahkan jika kanker payudara Anda ditemukan lebih awal dan diangkat dengan konservasi operasi payudara daripada mastektomi, studi menemukan sedikit perbedaan dengan kehidupan seks Anda.

Beberapa wanita yang menjalani lumpektomi melaporkan masalah image tubuh lebih sedikit dan hasrat daya tarik seksual lebih tinggi. Sementara ada wanita yang menjalani rekonstruksi payudara setelah mastektomi yang tidak melaporkan peningkatan minat pada seks.

Operasi payudara adalah salah satu komponen pengobatan penting. Obat yang dirancang untuk mengurangi atau menghentikan produksi estrogen pada wanita pra-menopause seperti tamoxifen atau toremifene (fareston) dapat menyebabkan perubahan vagina, seperti kekeringan dan menipisnya jaringan pada Miss V yang menyebabkan hubungan seksual yang menyakitkan.

Aromatase inhibitor, yang semakin digunakan dalam mengobati kanker payudara dini pada wanita pasca-menopause, juga dapat memperburuk kekeringan vagina dan berkontribusi terhadap masalah seksual. Demikian seperti dilansir Healthywomen dan dikutip laman okezone.com, Sabtu (28/2/2015).

Obat kemoterapi dapat menyebabkan penambahan berat badan, rambut rontok, dan perubahan kulit yang dapat memengaruhi harga diri dan mengurangi libido Anda. Ditambah lagi, kelelahan intens yang sering datang selama pengobatan kanker dapat membuat seks menjadi terlupakan.

Para pejuang kanker payudara perlu menyadari bahwa sembuh dari kanker secara fisik, emosional, dan seksual membutuhkan waktu. Survei pada 50 perempuan yang telah setahun menjalani operasi payudara, 80 persen mengatakan mereka tidak punya keinginan atau berkurang hasrat seksualnya.

Berbicara dengan pasangan Anda tentang perubahan dalam tubuh Anda dan bagaimana mereka membuat Anda merasa perlu dilakukan. Biarkan pasangan Anda tahu bahwa Anda masih mencintai dan menghargai dia dan Anda masih membutuhkan sentuh dan peluk dari pasangan selama fase ini.

Satu studi menemukan bahwa wanita dengan kanker payudara merasa lebih nyaman berbicara tentang masalah seksual dengan pasangan mereka dibandingkan dengan terapis. Namun, jika Anda ingin berbicara dengan terapis, tanyakan kepada dokter atau perawat onkologi untuk merujuk Anda ke salah satu ahli yang mengkhususkan diri bekerja dengan pasien kanker.

(Fit)


Tag:

Berita Terkait

Lifestyle

Lima Buah Segar di Konsumsi di Pagi Hari

Lifestyle

Wartawan Matatelinga.com Raih Penghargaan PMI Labuhanbatu

Lifestyle

Peserta Uji Ahli K3 Umum Ungkap Pentingnya Kompetensi K3 di Dunia Industri

Lifestyle

Kolaborasi USM Indonesia dengan Dinas Kesehatan Gelar CKG, Targetkan 2000 Warga Ikuti Tes Kesehatan

Lifestyle

UPT Puskesmas Medan Labuhan Luncurkan "Sipungkas", Jemput Bola Pastikan Warga Sehat

Lifestyle

Kolaborasi Korpri dan Biofarma, ASN Sumut Antusias Ikuti Vaksinasi HPV