Matatelinga, Kegemukan dan polusi udara tampak sebagai dua hal yang tak berhubungan. Kegemukan lebih berkorelasi dengan pola makan dan gaya hidup, sementara polusi lebih berkaitan dengan kesehatan pernapasan dan masalah kesehatan seperti asma. Namun faktanya, kegemukan dan polusi udara ternyata saling berkaitan.Sebuah penelitian mengungkap bahwa polusi udara bisa mempengaruhi kemungkinan seseorang mengalami kegemukan atau obesitas. Tak hanya itu, jika ini dibiarkan, nantinya polusi yang memicu obesitas juga bisa menjadi salah satu faktor dari masalah kardiovaskular, seperti dilansir oleh Health Site dan dikutip laman merdeka.com, Selasa (3/3/2015)."Kami menemukan bahwa orang yang terkena paparan polusi lebih banyak biasanya lebih berisiko mengalami obesitas. Mereka juga menunjukkan tingkat kolesterol dan gula darah yang lebih tinggi," ungkap peneliti Juan Pedro Arrebola dari University of Granada, Spanyol.Hasil ini didapatkan peneliti setelah menganalisis tingkat polutan pada jaringan lemak 300 partisipan, pria dan wanita di Granada. Tingkat polusi (POP) yang ada di sekitar lingkungan mereka diketahui bisa mempengaruhi bagaimana tubuh mereka menyimpan lemak dan memicu obesitas atau kegemukan.Melalui metode statistik yang kompleks, peneliti mengonfirmasi bahwa tingkat OPO yang terakumulasi dalam tubuh berkaitan dengan obesitas dan juga bisa mempengaruhi tingkat kolesterol dan gula darah dalam tubuh manusia. Jadi, mulailah waspada dengan polusi udara mulai saat ini. Polusi tak hanya berbahaya untuk kesehatan paru-paru, melainkan juga untuk kesehatan tubuh dan bisa memicu obesitas, serta kegemukan.(Fit)