Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Orgasme Saat Bercinta Bisa Menyebabkan Alergi Flu
Kesehatan

Orgasme Saat Bercinta Bisa Menyebabkan Alergi Flu

Admin - Selasa, 03 Maret 2015 15:05 WIB
google
Ilustrasi
Matatelinga, Ada sejumlah pria yang tiba-tiba mengalami gejala seperti flu termasuk demam, pilek, kaku sendi, dan kehilangan memori jangka pendek. Para peneliti menyebut ini sebagai sindrom penyakit pasca-orgasmik (POIS), dan itu mengerikan seperti kedengarannya.

Mereka yang pernah mengalami masalah ini mengakui hubungan seks secara teratur, dapat menimbulkan gejala-gejala yang mengerikan. Tidak hanya karena berhubungan seks, bahkan setelah masturbasi dan ereksi pagi hari, mereka yang mengidap ini dapat merasakan gejala flu 20 menit setelah ejakulasi.

Penelitian dari Belanda mengatakan bahwa, POIS dapat disebabkan oleh alergi air mani. Tim peneliti dari Utretcht University mempelajari 33 pria Belanda yang melaporkan gejala POIS dengan memberi mereka tes tusukan kulit menggunakan air mani mereka sendiri yang diencerkan. Hasilnya, 88 persen dinyatakan positif alergi.

Dalam sebuah studi lanjutan, para peneliti menyuntikkan dua orang dengan kadar air mani yang ditingkatkan, untuk melihat pembangunan toleransi terhadap alergi secara bertahap. Benar saja, setelah tiga tahun, penurunan yang signifikan dalam gejala alergi terjadi pada kedua pria tersebut.

Namun demikian, Jonathan Bernstein, MD, seorang profesor kedokteran di University of Cincinnati, telah melihat reaksi positif terhadap tes kulit dengan cairan mani mereka. Tetapi ia mengatakan bahwa, alergi atau respons kekebalan tubuh tidak harus disalahkan, melainkan karena iritasi.

POIS relatif baru dan sangat jarang. Kasus pertama didokumentasikan pertama kali dalam jurnal medis pada 2002. Peneliti memperkirakan bahwa kasus itu hanya mempengaruhi kurang dari satu persen dari populasi di Amerika, dengan demikian pengobatannya pun terbatas.

Seperti disarankan oleh situs Menshealth dan dikutip laman okezone.com , Selasa (3/3/2015), siapa pun pria yang mengalami gejala seperti di atas perlu bertemu orang yang tepat untuk mengonsultasikan masalah, termasuk dengan pasangan.

Bila hubungan seks benar-benar cara terbaik untuk menghindari penderitaan, pria bisa melakukan hal-hal lain seperti menghabiskan waktu berkualitas dengan pasangan, memberikan hadiah kecil untuk menunjukkan penghargaan atau cinta kepada pasangan.

(Fit)


Tag:

Berita Terkait

Lifestyle

Lima Buah Segar di Konsumsi di Pagi Hari

Lifestyle

Wartawan Matatelinga.com Raih Penghargaan PMI Labuhanbatu

Lifestyle

Peserta Uji Ahli K3 Umum Ungkap Pentingnya Kompetensi K3 di Dunia Industri

Lifestyle

Kolaborasi USM Indonesia dengan Dinas Kesehatan Gelar CKG, Targetkan 2000 Warga Ikuti Tes Kesehatan

Lifestyle

UPT Puskesmas Medan Labuhan Luncurkan "Sipungkas", Jemput Bola Pastikan Warga Sehat

Lifestyle

Kolaborasi Korpri dan Biofarma, ASN Sumut Antusias Ikuti Vaksinasi HPV