Matatelinga, Bagi anda pengguna kendaraan berknalpot bising, sebaiknya kembali memikirkan ulang untuk menggunakannya. Sebab penggunaan knalpot bising secara berkala selama bertahun-tahun, bisa mengakibatkan gangguan pendengaran."Kalau secara waktu sebetulnya beda-beda ya tiap orang. Hanya secara statistik kalau yang bersangkutan terus-menerus terpapar suara bising itu dampaknya mulai terasa setelah lima tahun," kata Kepala Departemen THT KL Fakultas Kesehatan Universitas Padjadjaran/Rumah Sakit Hasan Sadikin, Dr. dr. Ratna Anggraeni, M.Kes., di Bandung, Selasa (3/3/2015) lalu.Tingkat kerusakan pendengaran pun beragam. Yang jelas, kerusakan terparah bisa mengakibatkan yang bersangkutan benar-benar tuli. Untuk mendengar pun, akhirnya memerlukan alat bantu pendengaran.Untuk knalpot bising, Ratna menegaskan penggunaannya cukup berbahaya untuk telinga karena suaranya memiliki besaran desibel tinggi.Sementara selain penggunaan knalpot bising, ada sejumlah pekerjaan yang rentan mengakibatkan gangguan pendengaran, di antaranya pekerja pabrik yang terdapat mesin bersuara bising hingga pengeboran minyak.Para pemilik pabrik atau industri yang menggunakan mesin bersuara bising pun diharapkan sadar. Mereka sebaiknya menyediakan alat yang bisa meredam kebisingan, misalnya penggunaan headphone khusus hingga earplug."Memang belum semua industri patuh terhadap penggunaan alat untuk pencegahan gangguan pendengaran. Makanya kita mengingatkan agar hal-hal seperti itu diperhatikan," ucapnya. Demikian dilansir laman okezone.com, Rabu (4/3/2015)(Fit)