Matatelinga, Berbicara saat tidur adalah sebuah gangguan yang bisa muncul pada tingkatan tidur tertentu. National Sleep Foundation (NSF) menyebut bahwa berbicara saat tidur dapat mengeluarkan dialog atau monolog, berbicara merepet, atau bergumam.Orang dengan gangguan ini biasanya tidak sadar, sampai ada orang yang memberitahunya. Berikut ini beberapa fakta menarik tentang gangguan berbicara saat tidur, seperti dikutip dari Usnews dan dilansir laman okezone.com, Jumat (13/3/2015).Penyebabnya : Gangguan berbicara saat tidur bisa menjadi tanda gangguan tidur yang lebih serius, seperti sleep apnea, night terror, REM behavior disorder, atau sexomnia. Berbicara saat tidur juga biasa terjadi pada orang yang sedang mengalami demam, sleep deprivation, depresi, stres, atau mengonsumsi alkohol atau obat sebelum tidur.Risiko berbicara saat tidur : Jika berbicara saat tidur memengaruhi kebiasaan tidur atau hubungan, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan pakar tidur. Yang terburuk terjadi biasanya berbicara saat tidur bisa mengganggu tidur orang lain, dan menyebabkan kurang tidur. Inilah yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, diabetes, dan obesitas.Haruskah membangunkan orang yang berbicara saat tidur : Menurut Ilene Rosen, profesor division of sleep medicine di University of Pennsylvania Perelman School of Medicine, membangunkan orang yang berbicara saat tidur hanya akan menghentikan mereka beberapa saat, sampai mereka kembali terlelap.“Membangunkan mereka bisa saja membantu, namun akan lebih baik untuk berkonsultasi dengan yang ahli,” ungkap Rosen.Apakah kata-kata yang keluar berhubungan dengan mimpinya? : “Fungsi otak saat kita tidur sangatlah kompleks, sehingga sangat sulit untuk tahu dari mana konten itu muncul, dan bagaimana itu bisa lolos saringan,” tutur Natalie Dautovich, profesor asisten psikologi di University of Alabama.(Fit)