Matatelinga.com, Indonesia merupakansalah satu negara dengan angka penderita kanker tertinggi. Dari datakementerian kesehatan tahun 2015, rata-rata setiap jam jumlah penderita kankerserviks bertambah 2,5 orang dan meninggal 1,1 orang.
Direkturutama BPJS kesehatan Fahmi Idris mengatakan secara nasional, jumlah penderitakanker serviks ditingkat pelayanan rawat jalan mencapai 68.883 kasus dengantotal biaya Rp 48,2 Milyar.
"Untukrawat inap ada 18.092 kasus dengan total biaya sekitar Rp123,1 miliar,"katanya dalam Pencanangan Gerakan Nasional Pencegahan dan Deteksi Dini Kankerpada Perempuan Indonesia di puskesmas Nanggulan, Kulon Progo, Yogyakarta,Selasa (21/4/2015). Dikutip laman okezone.com
Untukmencegah jumlah penderita kanker serviks. Organisasi Aksi Solidaritas Era(OASE) kabinet Kerja melaksanakan gerakan deteksi dini melalui pemeriksaandeteksi dini kanker servik pada perempuan Indonesia atau IVA (Inspeksi VisualAsetat) secara serentak seluruh Indonesia.
"Sebagaibentuk dukungan BPJS kesehatan bekerja sama dengan instansi pemerintah telahmelakukan pelatihan IVA dan papsmear kepada 2.143 dokter umum dan bidan, danjuga pemeriksaan IVA kepada 81.001 peserta BPJS kesehatan, dan pemeriksaanpapsmear bagi 248.940 peserta," jelas Fahmi.
Sebagaitindak lanjut penanganan kanker servik, bagi peserta BPJS disediakan fasilitaskesehatan tingkat pertama.
Sementaradalam acara hari ini yang dihadiri oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo, iameluncurkan program Nasional Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker Servik padaperempuan Indonesia atau IVA (Inspeksi Visual Asetat) di puskesmas Nanggulan,Kulon Progo, Yogyakarta.
Ibunegara didampingi Menteri Kesehatan Nila Faried Moelek, bersama MenteriPemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Susana Yembise, serta Gubernur DIY Sri SultanHamengku Buwono X dan GKR Hemas.
Turutserta dalam acara tersebut yaitu Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo. Ibu Irianameluncur program IVA tersebut serentak di 34 Propinsi. Selain itu jugamelakukan video conference dengan 10 propinsi. Salah satunya dengan Istri JKMufidah Jusuf Kalla, di Makasar.
(Fit)