Matatelinga.com, Suplemen vitamin tidak terlalu diperlukan bilamakanan harian kita sudah cukup bernutrisi. Namun, banyak orang bergantung padasuplemen untuk menutupi kekurangan vitamin mereka karena lebih praktis. Namun,siapa sangka, ketergantungan pada suplemen vitamin bisa memicu risiko kanker.
Penelitidari Amerika menemukan bahwa terlalu berlebihan dalam mengonsumsi suplemen bisameningkatkan risiko kanker dan penyakit jantung. Penemuan ini baru sajadipresentasikan dalam American Association for CancerResearch(AARC) Annual Meeting 2015.
“Kamitidak yakin mengapa ini terjadi, namun bukti menunjukkan bahwa orang yangmendapat asupan suplemen lebih dari yang dibutuhkan cenderung memiliki risikotinggi mengembangkan kanker,” kata pemimpin penelitian, Tim Byres dariUniversity of Colorado Cancer Centre.
Penemuanini merupakan peralihan dari tujuan para peneliti untuk mempelajari apakah suplemenvitamin dan mineral bermanfaat untuk melawan kanker. Saat studi dilakukan padaribuan orang yang diberi suplemen makanan lebih dari 10 tahun, hasilnya sangatmengkhawatirkan.
“Kamimenemukan bahwa suplemen sebenarnya juga bisa tidak bermanfaat untuk kesehatan.Faktanya, beberapa orang lebih mudah mendapat kanker saat rutin meminumsuplemen vitamin,” Byres mengatakan, seperti dilansir dari Healthmeup dandikutip laman okezone.com, Sabtu (25/4/2015).
Hasilsatu percobaan menunjukkan bahwa orang yang kelebihan beta-karoten darisuplemen meningkatkan risiko baik kanker paru-paru dan penyakit jantung sebesar20 persen. Percobaan lain menunjukkan bahwa asam folat yang dikonsumsi lebihdari dosis yang dianjurkan meningkatkan jumlah polip di usus besar.
"Jikadiambil pada dosis yang tepat, multivitamin bisa baik bagi Anda. Tapi tidak adayang bisa menggantikan kebaikan makanan yang bergizi," pungkasnya.
Kesimpulannya,dengan menjalani diet yang sehat dan alami, jumlah vitamin dan mineral bisaoptimal didapat, tanpa harus bergantung pada suplemen.
(Fit)