Matatelinga.com, Kehamilan tidakharus menjadi halangan untuk berhubungan dengan suami. Namun, tentu adabeberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan aktivitas tersebut. Yangperlu diperhatikan seperti risiko kontraksi dan infeksi.
Kontraksiberlebih bisa berisiko pada janin yang baru tumbuh atau yang sudah dekat denganwaktu kelahiran. “Saat trisemester pertama untuk amannya jangan hubungan dulukarena pertumbuhan janin masih rentan,” kata dr Tirsa Verani K. Oroh, SpOG,belum lama ini.
Berbagaigejala di awal kehamilan, menurut sejumlah ahli, juga mencegah wanita hamildari ketertarikan untuk berhubungan seks yang bisa mencelakai embrio atau janinyang masih lemah. Adapun, hubungan seks yang dapat memicu orgasme dan pelepasanprostaglandin di akhir usia kehamilan juga bisa menyebabkan kontraksi.
“Berhubungandi trisemester kedua hingga akhir boleh saja sampai penetrasi. Tapi sebaiknyadijaga supaya tidak ada risiko ketuban pecah. Kalau ibu hamil rentan kontraksi,sebaiknya jangan hubungan seks karena takut ada risiko ketuban pecah itu,”tutur dr Tirsa.
Usiatrisemester kedua dikatakan sebagai waktu yang aman untuk wanita melakukanseks, karena janin telah kuat terlindungi oleh bantalan ketuban. Namun, risikokontraksi harus dihindari untuk menghindari pecahnya ketuban.
“Orgasmemungkin bisa menyebabkan kontraksi. Tapi, penyebab kontraksi yang paling seringadalah karena infeksi, apapun itu, dari ujung kepala hingga ujung kaki,” tambahnya.Demikian dikutip laman okezone.com, Sabtu (25/4/2015)
(Fit)