Matatelinga.com, Tak sedikit orang terobsesi menghilangkanpenumpukan lemak ditubuh dengan melakukan diet ketat yang sembrono denganmenghindari lemak. Bila asupan lemak tidak didapat cukup oleh pencernaan dalamwaktu lama, ini bisa memicu pembentukan batu di kandung empedu.
Masalahbatu kandung empedu umumnya memang terbentuk dari kolesterol. Kolesterol, yangdihasilkan tubuh atau diserap dari makanan berlemak yang kita konsumsi, adalahsalah satu komponen penyusun cairan empedu yang berperan dalam pencernaanlemak.
Kandungempedu berperan dalam pencernaan lemak. Kolesterol sebagai salah satu komponencairan empedu yang bekerja membantu memecah lemak akan dikeluarkan ke usus duabelas jari, kemudian akan direabsorbsi dan disimpan dalam kandung empedu untukdigunakan kembali saat dibutuhkan. Bila tidak ada lemak yang masuk kepencernaan, kolesterol akan tetap disimpan dalam kandung kemih, kata dokterbedah digestif, Dr Arief Setiawan, SpB(K)BD. Seperti dikutip laman okezone.com,Sabtu (9/5/2015)
"Saatkita makan makanan berlemak, saluran empedu akan terbuka. Bila tidak ada lemak,cairan empedu akan naik lagi ke empedu dan dipekatkan, rata-rata hingga 50 kalilipat. Bila kandung empedu terlalu lama tidak mengeluarkan cairannya, ini bisamengeras dan menjadi batu empedu," kata dokter dari RSU Bunda Jakarta,dalam seminar media berjudul "Solusi Jitu Gangguan Sistem Empedu", diJakarta, Jumat, 8 Mei 2015.
Bilaakibat diet seseorang berhasil menurunkan berat badan secara ekstrim, tetapikemudian berat bertambah lagi (efek yo-yo), maka peluang mendapatkan batuempedu juga dapat meningkat. "Lemak tidak seharusnya dihindari karenalemak dapat mempercepat pengosongan kandung empedu. Dengan demikian kemungkinanpembentukan batu empedu dapat dicegah. Lemak sebaiknya dikurangi, bukan dihindari,"kata Dr Arief, mengingatkan.
(Fit)