Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Wanita yang Sering Melahirkan lebih Rendah Risiko Kanker Ovarium
Kesehatan

Wanita yang Sering Melahirkan lebih Rendah Risiko Kanker Ovarium

Admin - Sabtu, 09 Mei 2015 09:31 WIB
google
Ilustrasi

Matatelinga.com, Kanker ovarium adalah salah satu jeniskanker yang menghantui banyak wanita. Namun, ada sejumlah faktor yang bisamenurunkan kemungkinan penurunan risiko kanker. Di antaranya adalah wanita yangsering melahirkan dan wanita yang mengikuti program KB.

Doktersub-spesialis Obstetri dan Ginekologi Onkologi Departemen Ilmu Kebidanan danKandungan FKUI, Prof Dr dr Andrijono, SpOG(K), mengatakan bahwa ovulasi(pematangan sel telur), yang terjadi setiap bulan dalam siklus kesuburanwanita, diketahui sebagai titik awal kemunculan kanker pada survivor kankerovarium. Untuk itu, menghambat ovulasi, seperti dengan KB atau kehamilan, akanmencegah kemungkinan kemunculan atau kekambuhan kanker.

"Saatmengikuti program KB, wanita kan menjadi terhambat ovulasinya, sehingga tidakhamil. Selain itu, dengan kontrol KB setiap tahun, wanita juga bisa dimonitorterus kondisi alat reproduksinya. Begitu juga saat hamil, di mana selama 9bulan tidak akan ada trauma ovulasi," jelas Ketua Himpunan OnkologiGinekologi Indonesia (HOGI) ini dalam peluncuran kampanye "OvaCheck -Kenali Kanker Ovarium" di Double Tree Hotel, Jakarta Pusat, Jumat (8/5/2015).

Dr Andrijonomengatakan bahwa trauma ovulasi masih menjadi dugaan sementara penyebabmunculnya kanker ovarium. Trauma ovulasi terjadi pada setiap proses ovulasi, dimana ada proses perbaikan atau kematian sel yg rusak di dalam ovarium, sebelumsel telur dilepaskan. Kegagalan dalam proses perbaikan atau kematian sel akibatadanya sifat sel yang abnormal (akibat mutasi gen) adalah pemicu tumbuhnyatumor yang dapat berakhir dengan kanker.

"Memangtidak setiap ovulasi yang dialami wanita berisiko kanker. Intinya wanita haruswaspada kanker ovarium bila punya riwayat keluarga dengan kanker; pernahdidiagnosis kanker sebelumnya misal kanker payudara; atau faktor usia, karenakebanyakan kanker terjadi pada wanita di usia menopause," paparnya.

Selain, mengikutiprogram KB, khususnya dengan kontrasepsi oral, dan mengandung, masa menyusuieksklusif juga ditemukan menurunkan risiko kanker ovarium. Namun demikian,mempraktikkan gaya hidup sehat dan melakukan deteksi dini adalah cara terbaikuntuk mencegah kanker apapun, termasuk kanker ovarium. Demikian dikutip lamanokezone.com, Sabtu (9/5/2015)

 

(Fit)

 


Tag:

Berita Terkait

Lifestyle

Hari Lahir Pancasila: Di mana Peran Mahasiswa?

Lifestyle

IKAN SAPU - SAPU DI DANAU TOBA: SAAT SOLUSI MENJADI MASALAH BARU

Lifestyle

Lima Buah Segar di Konsumsi di Pagi Hari

Lifestyle

Wartawan Matatelinga.com Raih Penghargaan PMI Labuhanbatu

Lifestyle

Peserta Uji Ahli K3 Umum Ungkap Pentingnya Kompetensi K3 di Dunia Industri

Lifestyle

Kolaborasi USM Indonesia dengan Dinas Kesehatan Gelar CKG, Targetkan 2000 Warga Ikuti Tes Kesehatan