Matatelinga.com, Asam lambung naik adalah kondisi kronisyang dapat terjadi pada siapa saja yang sudah memiliki riwayat asam lambung.Penyakit yang disebut GERD (Gastro Esophageal Reflux Disease) bisa diredakan,bahkan tanpa obat, yaitu dengan menerapkan gaya hidup yang sehat.
Perubahangaya hidup dan perawatan yang tepat perlu diikuti dengan baik untukmenghilangkan gejala dan mencegah komplikasi, menurut Dr Ari Fahrial Syam,MD.PhD,FACP dari Divisi Gastroenterologi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam,Universitas Indonesia.
“Beberapadata penelitian menunjukkan bahwa pasien yang sudah mengalami GERD jikamengonsumsi daging yang berlebih dan langsung tidur, mereka akan merasakanpanas di dada. Ini terjadi pada 4 dari 5 kasus GERD,” tulis Dr Ari.
Mengonsumsi daging merahdalam jumlah dan waktu yang tidak tepat adalah penyebab dari penumpukan asam dilambung. Selain itu, ada banyak hal lain yang perlu diperhatikan penderita GERDuntuk tatalaksana pencegahan tanpa obat.
Konsumsidaging berlebihan dalam waktu singkat harus dihindari. Untuk amannya, jangantidur dalam waktu dua jam setelah makan. Langsung tidur setelah makan akanmemudahkan isi lambung termasuk asam lambung akan berbalik arah kembali kekerongkongan.
Hindarimakanan yang terlalu asam dan pedas, makanan yang mengandung cokelat dan keju,dan beralihlah ke sayur dan buah-buahan. Hindari juga minum kopi, alkohol atauminuman bersoda akan memperburuk timbulnya GERD.
Menghindaristres juga perlu untuk mencegah sekresi asam lambung berlebih. Hal lain yangcukup penting adalah kontrol berat badan, hingga mencapai berat badan yangideal.
Namun,bila memang perubahan gaya hidup sulit dicapai dalam waktu singkat untukmengontrol GERD, tata laksana pencegahan dengan obat disarankan. “Obat penetralasam yang banyak dijual bebas digunakan untuk mengurangi gejala akibat GERDtersebut,” kata Dr Ari.
Obatyang diberikan terutama obat-obat yang mencegah produksi asam lambung ataudikenal sebagai anti sekresi asam lambung.
Obat-obatkelompok ini terdiri dari dua kelompok obat yaitu penghambat reseptor H2(antagonist H2 reseptor) antara lain ranitidin, famotidin, nizatidin atausimetidin. Kelompok kedua yang termasuk obat anti asam yang kuat yaitupenghambat pompa proton seperti omeprazol,lansoprazol, rabeprazol,esomeprazolatau pantoprazol. Demikian dikutip laman okezone.com, Sabtu (16/5/2015)
(Fit)