Matatelinga.com, Berbuka puasa jangan balas dendam, akan berdampak tidak nyaman di perut. Buka puasa seperti tuntunan Nabi didahului dengan minum seteguk air putih dan memakan buah kurma."Kandungan kurma lengkap kualitasnya baik, ada karbohidrat dan protein meskipun buahnya kecil," kata dr Safiqulatif Abdillah, dokter RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.Kurma bukan buah asli Indonesia, jadi jika tidak ada kurma bisa diganti dengan buah lain. Kurma identik dengan rasa manis, tetapi manisnya buah berbeda dengan manisnya gula. Minumnya air putih yang hangat. Siang hari tubuh terkena sinar matahari, cairan akan berkurang. Maka sebaiknya minum air putih untuk mengganti cairan yang hilang. Air putih mudah diserap oleh tubuh. Teh maupun kopi boleh-boleh saja, tapi nanti belakangan misalnya sepulang dari tarawih di masjid. Meskipun ada anjuran berbuka dengan yang manis-manis, tetapi tetap harus memperhatikan ukuran.Awal berbuka sekadar membatalkan puasa dulu, supaya pencernaan yang seharian istirahat menyesuaikan. Jangan makan berat lebih dahulu. Nanti sesudah salat Maghrib baru makan hidangan utama. Itu pun perlu memperhatikan porsi jangan berlebihan. Jangan balas dendam makan dengan porsi banyak, menimbulkan gas di perut. Menjadi tidak nyaman, mengganggu aktivitas ibadah malam. Kalau misalnya ada jus buah, sebaiknya tanpa gula. Sebab, manisnya buah berbeda dengan manisnya gula.Hindari minuman dingin pada awal berbuka. Bagaimana pun, tubuh kita seharian kena panas, tidak baik kalau mendadak diisi air dingin. Selain itu, minuman dingin juga akan memancing terjadinya batuk. Gorengan atau minyak juga sebaiknya dihindari.Kegemaran masyarakat apabila berbuka dengan menyantap kolak. Menurut dr Safiq, bukan masalah, tetapi jangan berlebihan. Kolak memberi rasa kenyang sehingga akan menyebabkan tidak punya selera untuk makan hidangan utama. Demikian dikutip laman okezone.com, Kamis (18/6/2015)(Fit)