Matatelinga.com, Bukan berarti wanita tidak boleh berhubungan seks di kala hamil. Memang ada tata cara berhubungan seks yang benar agar tidak mengganggu kondisi sang janin, dan rahim sang ibu. Begini panduannya!Jika Anda mengalami kehamilan normal, penetrasi dan gerakan seksual tidak akan membahayakan bayi. Karenanya ia dilindungi oleh perut dan dinding otot Rahim, serta oleh cairan kantung ketuban yang elastis.Ingat, kontraksi orgasme tidak sama dengan kontraksi persalinan. Namun, sebagai tindakan pencegahan keselamatan umum, beberapa dokter menyarankan menghindari seks di minggu-minggu terakhir kehamilan, karenanya hormon yang dikandung oleh sperma yang disebut prostaglandin dapat merangsang kontraksi.Satu pengecualian mungkin bagi wanita yang terlambat dan ingin untuk menginduksi persalinan. Beberapa dokter percaya bahwa prostaglandin sperma sebenarnya merupakan induksi persalinan dalam jangka panjang, karena gel digunakan untuk mematangkan serviks dan menginduksi persalinan juga berisi prostaglandin.Begitupun dengan pengalaman seks setiap wanita selama kehamilan berbeda. Bagi beberapa orang, keinginan seks mereka memudar selama kehamilan.Selama kehamilan, hasrat seksual datang dan pergi sebagai perubahan tubuh Anda.Jangan segan bila merasakan sesuatu yang menyakitkan saat berhubungan seks dengan suami Anda. Misalnya Anda memilih posisi tepat, terutama di akhir kehamilan untuk menemukan suatu yang nyaman dan merangsang AndaHindari berbaring telentang atau posisi misionaris saat berhubungan seks setelah bulan keempat kehamilan. Dengan begitu, Anda dapat menghindari berat bayi yang sedang tumbuh konstriksi pembuluh darah utama.Sementara, cara lain untuk membuat seks lebih nyaman adalah untuk mencoba berbaring menyamping bersama-sama. Atau Anda pun dapat mencoba memposisikan duduk tegak di atas sang suami. Demikian dilansir WebMD dan dikutip laman okezone.com, Rabu (1/7/2015).