Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Mandi yang dikenal Dalam Islam Ada Tiga
Islam

Mandi yang dikenal Dalam Islam Ada Tiga

Admin - Minggu, 19 Juli 2015 07:54 WIB
google
DALAM agama Islam dikenal ada tigamacam mandi, yaitu mandi mubah, sunnat dan mandi wajib. Mandi mubahialah mandi yang dilakukan setiap hari guna membersihakan dan menyegarkanbadan. Mandi sunnat ialah mandi yang dilakukan sebelum menunaikan ibadah-ibadahtertentu seperti shalat jumat, shalat Id dll. Mandi wajib ialah mandi yangdilakukan setelah melakukan hubungan suami isteri atau bermimpi basah.

Mandi junub memiliki beberapa ketentuan khusus. Selain harus berniat mandijunub juga harus mencuci keseluruhan anggota badan bagian luar, termasuk tidakboleh meninggalkan sehelai rambut pun yang tidak dibasahi dengan air. Bahkankalangan sufi mandi junub bukan saja mencuci dan membersihkan seluruh anggotabadan tetapi juga membersihkan jiwa atau kalbu, pikiran, dan roh.Junub secara harfiah berarti berjarak atau jauh. Junub menurutkalangan sufi ialah ke-fana-an atau kemabukan seseorang kepada obyeknafsu biologis, bukannya fana terhadap Allah swt. Orang yang fana kepadaobyek nafsu berarti turun ke dalam martabat kebinatangan yang lebih rendah daridirinya sebagai makhluk spiritual. Ia berpaling dari suasana batin ke suasanabiologis.Orang dalam keadaan junub berarti berjauhan dengan Tuhan, karena itudiwajibkan untuk mandi junub, yang diharapkan mampu mendekatkan kembali seoranghamba kepada Tuhannya. Untuk kembali dekat dengan Allah Swt dan kembalimemosisikan diri sebagai hamba yang agung maka ia harus segera menyucikan diridengan cara-cara syariah dan hakekat, dalam hal ini mandi junub dengan niat dansegala ketentuan lainnya.Orang dalam keadaan jinabah ialahorang yang menyaksikan ada obyekketertarikan selain Allah Swt. Ia disebut janabah karena jauh dari AllahSwt. Kejauhan ini tidak bisa dihilangkan kecuali dengan mendekati-Nya padatauhid yang hakiki, yaitu penyaksian Allah Swt.Janabah berarti memalingkan diri dari Sang Khaliq kepada sang makhluk.Pemalingan diri dari Khalik kepada makhluk pangkal segala kehinaan. Nenekmoyang kita Adam dan Hawa jatuh ke bumi penderitaan dari langit kebahagiaankarena meninggalkan perhatiannya dari Tuhan kepada dunia yang disimbolkandengan pohon (al-syajar). (Q.S. al-Baqarah/2:35). Keduanya harusmembersihkan diri jika hendak kembali ke langit kebahagiaan.Mandi junub atau penyucian dari jinabah merupakan cara simbolik untukmeninggalkan dunia dan segala isinya hingga tak ada kebergantungan pada dunia,walaupun hanya sehelai rambut. Karena itu, mandi junub secara syariat, tidakboleh ada sehelai rambut pun pada tubuh yang tidak tersentuh air.Ulama Fikih menganggap tidak sah sebuah mandi junub jika ada sehelai rambutyang tidak tersucikan. Ini dimaknai sebagai bahwa ketergantungan kepada duniawalau sehelai rambutbisa menjadi penghalang (hijab) untuk berjumpadengan Tuhan.Janabah adalah hijab untuk berjumpa Tuhan. Jika hawa nafsu menguasaidiri seseorang maka ia akan memberhalakan obyek dunia dan mencintainya melebihikecintaannya terhadap Tuhannya. Tunduk dan loyal kepada selain Allah Swt adalahmusyrik. Orang musyrik itu kotor dan tidak layak mendekati Allah Swt Yang MahaBersih. Orang yang kotor (najasah) tidak pantas juga berdiam di masjid.Dalam hadis disebutkan "Bumi ini adalah masjid". Kalangan sufi jugamemaknai kata "pakaian" dalam ayat: "Bersihkanlah pakaianmu.Tinggalkanlah perbuatan dosa" (Q.S. al-Muddatsir/74:3-4), adalah"badan", alasannya bukankah badan adalah pakaiannya kalbu, roh, akal,dan jiwa?

 


Tag:

Berita Terkait