Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Bila makan Coklet, gimana dengan Kesehatan....?

Bila makan Coklet, gimana dengan Kesehatan....?

Admin - Rabu, 17 Agustus 2016 22:57 WIB
google
Matatelinga.com,  Sebuah kabar buruk bagi para pecinta cokelat seantero jagad, namun tidak dapat dipungkiri bahwa hasil penelitian yang telah disponsori oleh tiga perusahaan besar seperti The National Institutes of Health, Mars Inc. dan Pfizer memiliki bukti kuat akan kurang baiknya cokelat bagi kesehatan manusia.Melansir Scientific American, Selasa (16/8/2016), penelitian yang dilancarkan oleh pihak Brigham and Women’s Hospital dan Fred Hutchinson Cancer Research Center diberikan dana sebesar USD 30 juta hingga 60 juta atau sama dengan Rp 380 miliar hingga kurang lebih Rp 800 miliar oleh tiga sponsor utama.Cokelat merupakan kegemaran banyak orang seantero jagad dan apapun penelitian terkait dengan jenis makanan tersebut tentunya dilaksanakan dengan serius dan berskala besar.Jadi, tidak heran apabila penelitian yang melibatkan setidaknya 18 ribu peserta ini menghabiskan dana dengan nominal fantastis tersebut.Peserta tidak diberikan sampel cokelat gratis untuk dikonsumsi seperti yang banyak orang bayangkan. Penelitian ini justru tidak terpaku kepada cokelatnya namun pengujian lebih terfokus pada kandungan zat di dalam cokelat tersebut yang disebut Flavanols.Kandungan zat ini juga bisa ditemukan di bahan makanan dan minuman lain seperti teh, buah-buahan dan sayuran.Setelah diuji secara seksama di dalam laboratorium, para peneliti mengungkap penemuan pertama mereka yaitu, Flavanols terbukti dapat membantu membuat bagian dalam jaringan pembuluh darah tetap fleksibel. Hal ini tentunya merupakan suatu pertanda bahwa Flavanols berdampak baik pada kesehatan jantung dan otak.Namun, penemuan kedua mereka membuktikan bahwa kandungan zat Flavanols dan manfaatnya berpotensi meluntur atau hilang saat proses fermentasi, pengeringan dan pemanggangan biji kakao yang mana nantinya berubah menjadi cokelat.Jadi, stigma bahwa cokelat itu sehat tidak sepenuhnya betul. Ini dikarenakan kandungan Flavanols yang ada di dalam biji Kakao tersebut merupakan satu-satunya yang terbukti menyehatkan tubuh.Cokelat dalam kemasan yang merupakan produk dari fermentasi dan segala bentuk proses lainnya sangat mungkin kehilangan esensi kandungan zat Flavanols dan yang tersisa kerap kali hanyalah kandungan lemak dari gulanya.Jadi, bukan berarti cokelat itu tidak sehat, namun kadar Flavanols yang berperan untuk menyehatkan Anda sungguh minim apabila dikonsumsi dalam bentuk cokelat.(Mtc)


Tag:

Berita Terkait

Lifestyle

TNI Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis Sambut HUT ke-81

Lifestyle

Pos Yandu Manggis & Tracing TBC Terintegrasi CKG Teluk Dalam Ditinjau Ketua TP.Posysndu Asahan

Lifestyle

Kapolda Sumut Cek Langsung Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Warga Samosir

Lifestyle

Semarak HUT ke-81 RI, Pelindo Hadirkan Layanan Kesehatan bagi Masyarakat Belawan

Lifestyle

Sinergi, Kolaborasi dan Edukasi jadi Kata Kunci Dalam Mengawal Tumbuh Kembang Generasi Penerus Bangsa

Lifestyle

Pemprov Sumut Tegaskan Probis-UHC, Warga Cukup Tunjukkan KTP untuk Berobat