Matatelinga.com, Pria yang mengalami pembesaran prostat umumnya akan disarankan untuk menjalani operasi. Pembesaran prostat yang mengakibatkan kesulitan buang air kecil bisa beragam keparahannya. Untuk tingkat berat.Prostat adalah kelenjar yang terletak di bawah atau di leher kandung kencing. Aliran air kencing yang melalui kelenjar ini dapat terhambat jika prostat alami pembesaran. Jika pembesaran mendapat skor IPSS 20-35 atau dalam kategori berat dan terjadi komplikasi, maka operasi perlu dilakukan.“Operasi yang jadi standar utama saat ini adalah TURP (Transurethal Resection of The Prostate). Namun kini juga sudah ada operasi dengan laser atau dengan metode pemanasan,” kata ahli urologi dari RS Premier Bintaro, dr Gideon Tampubolon, dalam seminar di Jakarta, baru-baru ini.TURP (Transurethal Resection of The Prostate)Operasi ini dilakukan dengan cara mengerok atau kuret menggunakan sumber energi listrik. Operasi dengan metode, yang memakan sekitar 1-2 jam ini, lebih rentan pendarahan dan membutuhkan waktu perawatan yang agak lama.LaserKini sudah berkembang metode operasi menggunakan alat laser seperti Thulium dan Holmium. Keuntungan menggunakan alat laser adalah perdarahan menjadi minimal dan masa rawat jadi lebih singkat (3-4 hari), meski dengan biaya lebih mahal dari TURP.PemanasanBila kondisi penderita tidak memungkinkan prostat dioperasi, seperti penderita jantung koroner, pemanasan bisa dilakukan. Menggunakan alat yang disebut Transurethal Microwave Heat Treatment (TUMT) dan Transurethal Needle Ablation (TUNA) hasilnya akan cukup baik, meski tidak sebaik operasi.(Mtc)