Matatelinga.com - Vaginismus pertama kali terdengar pada 1862. Disfungsi seksual pada wanita ini biasanya disebabkan karena gangguan psikologis. Seperti emosional hingga efek samping obat medis.Penderita vaginismus akan merasakan sakit ketika bersenggama karena otot luar dan dalam vagina akan “meremas” kuat. Kemudian disaat-saat tertentu, otot tersebut tidak elastis dan menyebabkan nyeri meski tidak berhubungan intim.Umumnya disfungsi seksual pada wanita ini terjadi saat penetrasi. Bukan nikmat yang dirasa, tapi malah sakit saat bersenggama.Dr Uma Vaidyanathan, Konsultan Senior Ginekologi di Max Hospital, India menjelaskan tanda dan gejala mengenai vaginismus. Bila Anda mengalaminya, segera periksa ke dokter agar disfungsi seksual tersebut tidak semakin parah. Berikut lima tanda vaginismus Thehealthsite:Sakit ketika menggunakan tamponSeorang wanita yang mengidap vaginismus akan terasa sakit jika disentuh bagian vulva. Salah satu contohnya ketika Miss V terasa nyeri dan tidak nyaman saat memasukkan tampon.Menolak berhubungan intimGejala ini terjadi ketika sudah lama menikah. Gejala ringan yang dialami adalah sering kali menolak berhubungan intim. Alasannya bukan lelah atau sedang tidak bergairah, tapi cenderung ada perasaan takut kontak fisik dan penetrasi. Biasanya hal ini terjadi karena trauma akan sakit yang dirasakan saat berhubungan intim.Rasa sakit berlebihanRasa sakit berlebihan saat berhubungan seks merupakan satu gejala Anda menderita vaginismus. Dalam kondisi ini, Miss V akan mengalami sensasi terbakar atau menyengat. Otot Miss V tidak elastis dan kurangnya lubrikasi dapat memperparah kondisi tersebut.Nyeri saat pemeriksaan ginekologiSaat Miss V dalam pemeriksaan ginekologi, mereka yang menderita vaginismus cenderung merasa nyeri dan tidak nyaman. Terlebih pada pap smear, mereka akan merasa ini pemeriksaan kesehatan genital yang sangat menyakitkan. Dr Vaidyanathan mengatakan bahwa vaginismus dapat diatasi dengan konseling, psikoterapi dan pemberian anastesi lokal.Kejang ototIni yang paling jelas terlihat, penderita vaginismus akan mengalami kejang otot selama berhubungan. Jika tidak segera diatasi kondisi tersebut dapat menyebabkan sesak napas.(Mtc/Okz)