JAKARTA - Matatelinga: Bagi orang lanjut usia (lansia) dengan osteoarthritis (OA), ada yoga yang bisa membantu mereka mengurangi keluhan nyerinya yakni yoga kursi. Yoga bisa menjadi salah satu cara andalan untuk menjaga kebugaran.Sebab, selain karena faktor usia, pasien juga mengalami kelemahan di otot, fleksibilitas, dan keseimbangan yang jadi halangan melakukan yoga. Bahkan, beberapa pasien takut jatuh ketika melakukan yoga karena tubuhnya tak lagi seimbang.Nah, baru-baru ini, pilot project yang dilakukan Florida Atlanric University melihat manfaat yoga dalam mengurangi nyeri pasien OA. Dalam studinya, peneliri melibatkan 131 lansia dengan OA dan mengikuti program Sit N Fit Chair Yoga selama 8 minggu.Memang, Arthritic Foundation bahkan merekomendasikan pasien OA melakukan yoga untuk membantu pasien mengurangi nyeri sendinya. Selain itu, yoga diharap bisa meningkatkan fleksibilitas, keseimbangan, dan kekuatan pasien. Sayangnya, tak semua pasien bisa melakukannya."Mereka yang ikut yoga menunjukkan berkurangnya nyeri. Bahkan, berkurangnya nyeri tetap terasa sampai tiga bulan setelah latihan yoga. Selain itu, yoga bisa membantu mengurangi kelelahan dan menambah kecepatan berjalan, tapi ini tak terjadi pasca program berlangsung," kata salah satu peneliti dalam laporannya di Journal of American Geriatric Society dan dikutip dari Counsel Heal.Dari studi ini, peneliti berharap akan lebih banyak pasien OA melakukan yoga kursi untuk mengurangi nyeri yang dirasa. OA sendiri merupakan degradasi kartilage di sendi yang memicu nyeri, kaku, dan bengkak. Untuk mengatasi kondisi ini, dokter umumnya memberi obat tertentu dan merekomendasikan perubahan gaya hidup.Tidak seperti yoga pada umumnya, chair yoga dilakukan dengan duduk di kursi atau berdiri dengan berpegangan pada kursi. Dikutip dari situsnya, Do You Yoga, praktisi yoga dari The Bristish Wheel of Yoga, Richard Kravetz menyebutkan beberapa gerakan yoga kursi yang bisa dilakukan di rumah.Untuk pemanasan, lakukan candle pose (tangan diangkat lurus ke atas dan tangkupkan kedua telapak tangan, sementara kaki menapak di lantai) dan raised hand pose (pisahkan tangan yang masih terangkat ke atas lalu angkat kaki lurus ke depan).Lakukan dua pose itu selama 30 detik. Kemudian, lakukan forward bend pose yakni bungkukkan tubuh dan sentuh punggung kaki dengan telapak tangan. Pose ini dilakukan selama 30 detik dan diulang tiga kali. Pose berikutnya, extended side angle pose di mana secara bergantian angkat satu tangan ke atas dengan posisi tangan lainnya tetap menyentuh punggung kaki."Pose ini dilakukan tiga kali, selama 30 detik. Selanjutnya, forward bend and shoulder stretch. Satukan telapak tangan dan tarik tangan ke belakang hingga tubuh membungkuk. Tahan selama 30 detik dan ulangi tiga kali," kata Kravetz.Kemudian, lakukan seated spinal twist yaitu memutar tubuh ke arah belakang bergantian ke kiri dan kanan, tahan selama 30 detik dan lakukan 3 kali di tiap sisi. Lalu, lakukan star pose di mana Anda rentangkan kaki serta tangan (ke atas) ke arah kiri dan kanan. Lakukan selama 30 detik dan ulangi tiga kali. Pose lain yang bisa dilakukan yakni table pose di mana Anda luruskan dan rapatkan kaki ke depan lalu angkat sedikit tubuh, dengan posisi tangan bertumpu di kursi.(Mtc/Dtc)