Matatelinga - Jakarta, Anda mungkin pernah bertanya, mengapa tidak boleh meninggalkan sumpit di dalam mangkuk nasi secara vertikal saat makan di restoran China? Tabu tertentu menyimpan makna tersirat.Makan hidangan China bukan sekadar ahli menggunakan sumpit. Pasalnya, etiket makan di China dibangun atas tradisi, bukan ketangkasan. Lawrence Lo, pendiri LHY Etiquette Consultancy Limited, menjelaskan asal-usul budaya dari etika makan hidangan China.Berikut ulasannya, yang bisa berguna saat Anda menghadiri momen santap Imlek, seperti dikutip dari CNN:Jangan letakkan sumpit di dalam mangkuk nasi secara vertikalMaksud Anda mungkin hendak menyeruput dahulu cha di sebelah mangkuk. Namun, meletakkan sumpit dengan cara ini adalah tidak bijaksana dan tidak sopan. Ini adalah pertanda kematian.Pertanda tersebut sama seperti nomor empat, yang kemudian diganti dengan 3A. Melihat dua sumpit tegak dalam mangkuk mengingatkan pada tongkat dupa yang biasa dibakar oleh warga Tionghoa sebagai bentuk penghormatan terhadap orang-orang tercinta yang telah meninggal.Namun, belakangan banyak restoran mencegah tabu ini dilakukan para tamu yang tidak terbiasa menyantap hidangan China. "Di restoran kini disediakan tempat untuk menaruh sumpit berdiri. Anda bisa menempatkannya di sana," kata Lo. Alternatif lain yang bisa diterima adalah tempatkan sumpit di samping mangkuk Anda.Jangan pernah membalikkan ikanDi restoran China, standarnya adalah ikan disantap secara keseluruhan. Setelah menyelesaikan makan ikan di satu bagian, tampak biasa bila Anda membalikkan badan ikan untuk menyantap sisi satunya. Namun, hal tersebut ternyata memiliki konsekuensi tak terduga. Artinya, Anda membalikkan perahu.Menurut Lo, ini menjadi bentuk perhatian kepada para nelayan yang mengandalkan kehidupan pada aktivitas memancing atau tinggal di sepanjang pantai. "Ikan melambangkan perahu. Dengan membaliknya, Anda menyebabkan nelayan bernasib malang," katanya.Tak perlu bingung, cara menyiasatinya adalah gunakan sumpit untuk mengambil tulang atau duri punggung ikan, mulai dari titik dekat ekor dan tarik perlahan ke atas sampai daging di bawahnya bisa Anda ambil. Kemudian, cukup geser "perahu" ke sisi piring dan Anda bisa meneruskan makan.Mi panjang umurDalam tradisi China, perempuan atau laki-laki yang berulang tahun diminta menyeruput semangkuk mi sebagai bentuk perayaannya. Mi yang panjang harus diseruput dalam satu kali santap. Ini melambangkan umur panjang.Panjangnya mi adalah metafora untuk kehidupan yang terus berjalan. Namun tradisi ini dilengkapi dengan pesan: jangan memotong mi."Itu melambangkan memotong kehidupan Anda," kata Lo . Ini tentu bukan pesan yang sangat positif pada hari kelahiran Anda.Isi ulang teh adalah keharusanSecangkir teh tidak boleh dibiarkan kering. Tuan rumah sebuah pesta makan malam akan secara teratur mengisi cangkir para tamu yang mengetuk meja makan. Ini adalah bentuk ucapan terima kasih.Menurut legenda, pernah ada seorang kaisar yang secara teratur menyamar dalam rangka berkenalan dengan rakyatnya. Suatu malam di kedai teh, sang kaisar menuangkan teh untuk pelayan yang menemaninya."Secara tradisional, pelayan akan berlutut untuk menunjukkan rasa hormat, tapi itu bisa membongkar identitas kaisar. Jadi, dia mengetuk meja sebagai gantinya," tuturnya. (Okc/KNIA)