Matatelinga - Jakarta, Balita juga bisa stres Siapa bilang stres hanya milik pekerja?. Penyebabnya hampir sama, berkisar kurangnya rasa sayang, keselamatan dan keamanan. Jangan diabaikan, stres berkepanjangan pada balita cukup bahaya.Bila dibiarkan, stres bisa menimbulkan trauma hingga dewasa kelak. Apa saja indikator yang menunjukkan balita Anda mengalami stres?Kurang tidurBalita yang kurang istirahat akan menunjukkan stresnya pada siang hari. Ia akan terlihat gelisah atau bahkan merengek terus. Jika ini terjadi, tidurkan ia di tempat yang membuatnya nyaman.AgresifAnda perlu khawatir saat anak berubah menjadi lebih aktif. Ini merupakan tanda ia sedang tidak nyaman. Biasanya ini ditunjukkan dengan tangisan, merengek, memukul, atau berteriak. Coba respon aksinya dengan lebih tenang, agar ia ikut tenang.PendiamJika balita terliha diam saat berada di tempat umum atau saat berkumpul, bisa dipastikan ia sedang dalam tekanan. Ini disebabkan karena tak semua balita mampu berinteraksi dengan orang lain.NgompolIni terjadi bukan karena ia tidak bisa pergi ke kamar mandi, melainkan sedang tegang. Alasan ketegangan tersebut antara lain karena kurang rasa sayang atau rasa aman.Mengisap jempolmengisap jempol mungkin telrihat menggemaskan saat dilakukan balita. Namun kebiasaan ini bisa berdampak pada kesehatannya. Balita melakukan hal tersebut karena rasa stres. Mengisap jempol adalah "obat" penenang.(Vnc/Adm)