MATA TELINGA-Dilansir dari beberapa laporan, ditemukan dari hampir 200 penelitian jumlah sperma di antara pria dari Amerika Utara, Eropa, Australia, dan Selandia Baru, telah berkurang dalam 40 tahun terakhir. Dr Levine, seorang ahli epidemiologi, mengatakan, jika penurunan terus berlanjut, manusia akan punah.Dr. Levine, dari Universitas Ibrani di Yerusalem, menemukan, penurunan konsentrasi sperma 52,4%, dan penurunan jumlah sperma hingga 59,3% pada pria dari Amerika Utara, Eropa, Australia dan Selandia Baru.Kemudian, penelitian sebelumnya membuat banyak publik terkejut tentang penurunan jumlah sperma pada pria dalam 40 tahun terakhir.Menjawab masalah ini, Shanna Swan, seorang peneliti sekaligus dokter di Icahn School of Medicine, New York City mengatakan, meski penelitian menjelaskan ada penurunan jumlah sperma, namun hal itu tidak mempengaruhi kesuburan pria."Hanya dibutuhkan satu sperma untuk berhasil membuahi sel telur. Jumlah dibawah skala reproduksi pun masih menghasilkan jutaan. Memang, sangat mungkin jumlah sperma menurun karena faktor lingkungan yang semakin tidak sehat," kata Swan, seperti dilansir dari Huffington Post."Hasil penelitian tersebut tidak dapat diartikan sebagai penurunan kesuburan pria," tambah Dr. Aaron Styer, Direktur Medis CCRM Boston. Mtc/bs