MATATELINGA, Jakarta: Susu dikenal mengandung banyak kalsium yang bisa menguatkan tulang. Namun tak cuma itu, susu juga dikenal mengandung banyak vitamin dan mineral yang bisa melengkapi kebutuhan gizi seseorang.Beragam varian susu, dari bubuk, cair, sampai kental manis pun tersedia di pasaran.Salah satu produk susu yang cukup populer ialah susu kental manis (susu kental manis). Proses penyajian yang praktis membuatnya banyak diminati konsumen. Tinggal tuang, campur dengan air panas atau dingin dan jadilah segelas susu.Namun Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan surat edaran bernomor HK.06.5.51.511.05.18.2000 tahun 2018 tentang 'Label dan Iklan pada Produk Susu Kental dan Analognya (Kategori Pangan 01.3). Surat ini dikeluarkan pada akhir Mei lalu. Penny mengatakan surat edaran itu juga dilakukan agar tak terjadi lagi kekeliruan konsumsi Kental Manis kalengan yang banyak diiklankan sebagai produk susu. "Terkait Kental manis ini mesti disosialisasikan karena banyak persepsi yang keliru di masyarakat dalam mengonsumsi Kental Manis sebagai produk susu," kata Penny.Dia juga menjelaskan terbitnya surat edaran itu tak berarti produk kental manis lalu dilarang diproduksi atau dikonsumsi. Hanya saja, konsumen maupun produsen dianjurkan untuk lebih bijak menggunakan produk tersebut. "Tidak dilarang, tapi kita harus bijak dalam mengonsumsinya," kata dia.Sementara menurut dokter spesialis gigi anak, Annisa Rizki Amalia, mengungkapkan susu kental manis tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi. Ada empat alasan mengapa susu kental manis tak disarankan untuk terlalu banyak dikonsumsi.
1. Tak Ada Kandungan NutrisiDokter yang juga anggota Perhimpunan Dokter Gigi Anak ini menjelaskan, susu kental manis muncul saat masa kolonial. Ketika itu orang mencari sumber makanan yang tak gampang kedaluarsa. Kemudian susu kental manis dibuat dari susu sapi murni yang dikentalkan dan ditambah gula.Kendati dibuat dari susu sapi murni, susu kental manis tak mengandung nutrisi susu sapi. Sekian banyak proses yang dilalui susu sapi membuat hasil akhir produk mengalami penurunan nutrisi.
2. Kandungan Gula TinggiProses pembuatan susu kental manis memerlukan gula guna membuat tekstur susu menjadi kental dan lengket. Konsumsi susu kental manis dapat menimbulkan gangguan kesehatan gigi dan mulut. Annisa mengungkapkan bahwa gula yang menempel di gigi akan menjadi asam. Proses ini masih ditambah dengan proses penguraian oleh bakteri dalam mulut. Asam dapat mengikis lapisan enamel gigi dan menyebabkan lubang gigi.
3. Tidak Dibuat untuk Anak-anakKadang orang tua merasa telah memenuhi kebutuhan kalsium dan vitamin D untuk anak lewat susu kental manis. Padahal, kandungan kalsium dan vitamin D dalam susu kental manis masih jauh di bawah susu sapi murni.Anak memerlukan kedua nutrisi ini untuk pembentukan gigi tetap yang dimulai pada usia 6 bulan hingga 6 tahun."Kalau susu kental manis kita lihat kalsiumnya hanya 10,85 persen dan vitamin D sebanyak 0,6 persen. Bandingkan dengan susu sapi murni, jauh sekali, kalsiumnya 24,64 persen dan vitamin D ada 31,1 persen," kata Annisa.
4. Untuk anak ASI Jauh Lebih Baiksusu kental manis tak bisa disejajarkan dengan ASI. ASI, kata Annisa, juga mengandung gula, tapi gula dalam ASI merupakan laktosa. Dari semua jenis gula, laktosa merupakan gula yang paling rendah tingkat kemanisannya, sehingga balita direkomendasikan untuk mengonsumsi laktosa. Annisa menuturkan, kandungan laktosa dalam susu kental manis hanya sebanyak 10 persen dan sisanya sukrosa alias biang gula.Sedangkan ASI mengandung 40 persen laktosa. Proses menyusui juga tidak membuat ASI menempel pada gigi anak karena ASI langsung masuk ke kerongkongan."Jadi (susu kental manis) benar-benar tidak ada gizi dan manfaatnya. Praktis dan sehat belum tentu baik untuk anak," ujarnya.