MATATELINGA, Jakarta: PREVALENSI diabetes pada anak mulai mengalami peningkatan. Kondisi ini tentu harus menjadi perhatian banyak pihak karena terbilang mengkhawatirkan. Pemahaman masyarakat tentang penyebab dan gejala diabetes juga harus lebih ditingkatkan.Selama ini banyak masyarakat yang menganggap bila diabetes disebabkan oleh faktor keturunan, padahal belum tentu. Diabetes terbagi menjadi tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 merupakan kondisi autoimun yang bisa disebabkan oleh infeksi virus. Oleh karenanya bisa menyerang siapa saja."Diabetes tipe 1 tidak disebabkan oleh faktor keturunan. Penyebabnya terinfeksi Coxsackievirus dan virus polio yang meningkatkan risiko diabetes. Penyebab lainnya adalah defisiensi vitamin D," ujar dokter spesialis anak, dr Aman B. Pulungan, SpA (K) saat ditemui Okezone dalam sebuah acara, Rabu (31/10/2018), di Jakarta.Sedangkan diabetes tipe 2 bisa disebabkan oleh faktor keturunan. Tetapi, gaya hidup juga bisa menjadi salah satu penyebabnya. Seperti yang diketahui, sekarang ini banyak anak yang senang konsumsi makanan manis tapi menghindari sayur dan buah serta kurang aktivitas fisik. Hal ini dapat membuatnya terkena obesitas.Obesitas atau kelebihan berat badan dapat membuat anak menjadi resistensi insulin. Kondisi itulah yang menjadi cikal bakal anak terserang diabetes. Belum lagi anak yang obesitas bisa mengalami tekanan darah tinggi."Anak obesitas itu hampir 35% tekanan darahnya tinggi yang bila dibiarkan jadi sindrom metabolik," ujar dr Aman.Beruntung, khusus untuk diabetes tipe 2 bisa dilakukan pencegahan. Dokter Aman membagikan resep 5210 agar anak bisa terhindar dari penyakit tersebut."Buat anak makan sayur dan buah 5 kali sehari. Lalu waktu duduk di luar kelas atau mobil maksimal 2 jam, itu termasuk membaca, screen time, belajar dan lain-lain. Lalu bisa disarankan latihan 30 menit, pada anak buat mereka bergerak selama 1 jam, bisa lari-lari main sepeda, atau apapun. Terakhir 0 (zero) sugar, gula yang ditambahkan dalam konsumsi," jelas dokter yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).Selain itu, ada beberaa cara lain yang bisa dilakukan untuk menjaga anak tetap sehat. Jika anak memiliki berat badan berlebih, maka upayakan untuk menguranginya hingga 5-10% guna mengurangi risiko diabetes. Diet kalori dan rendah lemak sangat dianjurkan sebagai cara terbaik menurunkan berat badan dan mencegah diabetes tipe 2.Kemudian dengan mengonsumsi berbagai macam buah dan sayur setiap hari, maka risiko diabetes tipe 2 dapat berkurang. Selain itu, kurangi konsumsi minuman manis dan bersoda.Anak-anak juga harus diupayakan untuk berolahraga agar mencapai berat badan ideal dan menekan tingginya risiko diabetes tipe 2. Selain itu, berolahraga juga bisa menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan kadar insulin. Hal terakhir yang tak kalah pentingnya adalah batasi waktu penggunaan gadget.