MATATELINGA, Jakarta: Meskipun ada banyak perbedaan biologis antara pria dan wanita, pada dasarnya pria memiliki beberapa persamaan dengan wanita. Setiap ciptaan tuhan khususnya Manusia yang ada di dunia ini pasti memiliki persamaan, walaupun tidak secara keseluruhan.Apa saja kesamaan yang ada pada pria, seperti dilansir dari The List dan dikutip melalui Okezone, Rabu (14/11/2018), diantaranya:Mengalami gejala mirip PMSSebenarnya gejala ini sangat menyiksa bagi setiap wanita, ketika ditanya begitu sulit untuk diungkapkannya. Sementara pria tidak mengalami menstruasi, tetapi banyak dari mereka mengalami Irritable Male SyndromePenelitian telah menemukan bahwa banyak pria menderita gejala yang sama yaitu sebulan sekali, dengan adanya perubahan suasana hati, tidak bisa fokus, dan ketidaknyamanan fisik. Survei yang dilakukan oleh VoucherCloud Inggris, menemukan bahwa seperempat pria juga bisa mengalami gejala fluktuasi hormonal.Infeksi jamurInfeksi ragi atau yang sering disebut vaginitis adalah peradangan, pembengkakan, dan kemerahan pada vagina, 75% wanita di dunia dapat memiliki penyakit radang vagina. Sayangnya, pria juga bisa mendapatkan infeksi ragi, itu sangat tidak menyenangkan bagi pria juga wanita.Secara umum bahwa pria dapat terkena infeksi jamur karena berhubungan seks dengan seseorang yang memiliki infeksi, tetapi hal ini juga dapat terjadi melalui kebersihan yang buruk. Gejala yang meliputi pengumpulan zat putih di lipatan kulit penis, area kulit berkilau, dan gatal atau sensasi terbakar.Depresi pasca persalinanKehamilan juga persalinan sulit dilakukan oleh siapa pun, dan pasti memiliki kehawatiran berlebih pada ibu yang hamil hingga para keluarga. Depresi pascapersalinan dapat berlangsung selama beberapa minggu atau lebih lama, mungkin ditandai dengan perasaan cemas, serangan panik, malas untuk beraktivitas, dan kehilangan nafsu makan. Satu dari tujuh ibu mengalami depresi pascamelahirkan atau yang dikenal dengan baby blues, tetapi pria juga bisa merasakannya. Kondisi ini lebih sering terjadi pada ayah muda, karena memikirkan kondisi bayi dan istri hingga masalah keuangan.Menurut sebuah laporan di Journal of American Medical Association, jumlah pria yang menderita depresi pasca persalinan meningkat menjadi 26 persen dalam tiga hingga enam bulan setelah kelahiran bayi.